415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

ANKARA – Sejumlah 415 petugas pemantau dari delapan organisasi internasional ikut mengawasi jalannya penentuan umum di Turki, Minggu (23/6/2018).

Menurut info yang di terima kantor berita pemerintah, Anadolu Agency, beberapa pemantau itu yaitu pengamat serta anggota parlemen dari sebagian negara, yang memegang akreditasi dari Dewan Penentuan Paling tinggi Turki (YSK).

Delapan organisasi internasional yang kirim perwakilannya dalam penentuan presiden serta parlemen Turki kesempatan ini yaitu Organisasi untuk Keamanan serta Kerja Sama Eropa (OSCE) yang mengutus 234 pemantau.

Diluar itu ada Majelis Parlemen Organisasi Keamanan serta Kerja Sama Eropa (OSCEPA) dengan 72 pengamat, Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) mengutus 35 pengamat, dan Majelis Parlemen Mediterania (PAM) dengan 10 pengamat.

Lima organisasi internasional yang lain, yaitu Majels Parlemen Kerja Sama Ekonomi Laut Hitam (PABSEC) dengan lima pengamat, Majelis Parlementer Negara Berbahasa Turki (TURKPA) dengan 15 pengamat, Dewan Kerja Sama Negara Berbahasa Turki (Dewan Turki) yang kirim 21 pengamat, serta Organisasi Kerja Sama Shanghai yang mengutus 23 pengamat.

Merilis dari Hurriyet Daily News, beberapa pengamat itu bukan sekedar bertugas mengawasi jalannya pemilu, tetapi juga mempersiapkan laporan manfaat lihat apakah pemilu Turki sudah penuhi standard internasional.

Pada awal mulanya di beritakan, otoritas Turki juga sudah keluarkan larangan pada dua pemantau dari OSCE.

Terkecuali beberapa pengamat bersertifikat, Pemilu Turki juga jadi tujuan beberapa ” pemantau ” ilegal.

Kementerian Dalam Negeri memberikan laporan sudah menahan sekurang-kurangnya 10 warga asing yang mengakui jadi pemantau Pemilu.

” Mereka ditahan karena dikira berusaha menganggu jalannya penentuan, ” kata petinggi kementerian, memberikan sistem hukum sudah digerakkan pada beberapa ” pemantau ” ilegal itu.

Baca Juga : Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Status ” pemantau ” dari 10 warga asing itu diragukan lantaran tak memegang akreditasi resmi serta bukanlah anggota OSCE.

Beberapa ” pemantau ” itu ditahan di empat propinsi, yaitu tiga warga Peranancis yang ditahan di Propinsi Agri, tiga warga Jerman di tangkap di Propinsi Pupusk, tiga warga Italia ditahan di Propinsi Diyarbakir serta seseorang warga Italia ditahan di propinsi Batman.