Alasan KPK Putuskan Menahan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah, mengutarakan fakta berkaitan penahanan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Taufik adalah terduga masalah pendapat penerimaan hadiah atau janji berkaitan pengurusan Dana Alokasi Spesial (DAK) Kabupaten Kebumen pada APBN Pergantian Tahun 2016

“Kami akan memutuskan dikerjakan penahanan sebab memang penyidik telah yakini ada bukti yang cukuplah kuat sama dengan ketentuan KUHAP, disangka keras lakukan tindak pidana serta penuhi fakta subjektif serta netral,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu sudah ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di kantor KPK Kavling C-1, Jakarta.

Setelah itu, KPK mengharap supaya Taufik untuk masih kooperatif serta jujur dalam melakukan serangkaian proses hukum yang ada. Taufik ikut diinginkan tidak menutupi beberapa info yang sebetulnya.

“Sebab kami ikut mempunyai bukti yang cukuplah kuat berkaitan pertemuan baik di hotel ataupun di kantor DPR dan pendapat saluran serta yang kami sangka ada tiga step,” katanya.

Menurut Febri, pemberian pada Taufik disangka dikerjakan dengan setahap sekitar 3x. Akan tetapi, pada usaha penyerahan step tiga tidak berhasil karena terdapatnya operasi tangkap tangan (OTT) pada 2016 kemarin.

“Sebab ada tangkap tangan pada 2016 lantas juga kami sita dari pihak swasta. Jadi telah teridentifikasi dengan komplet,” tuturnya.

“Bahkan juga 9 orang (terduga) yang telah diolah awal mulanya dalam masalah ini pula divonis bersalah di pengadilan. Tujuh salah satunya telah berkekuatan hukum masih,” lanjut Febri.

Dalam masalah ini, Taufik disangka terima hadiah atau janji berkaitan pencapaian biaya DAK fisik pada pergantian APBN Tahun Biaya 2016.

Baca Juga : Andalkan Caleg di Dapil, Golkar Yakin Masuk Dua Besar Pileg

Sesudah M Yahya Fuad dilantik menjadi Bupati Kebumen, dia disangka lakukan pendekatan pada beberapa pihak termasuk juga Taufik

Dalam pengesahan APBN Pergantian Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi DAK penambahan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik disangka terima fee seputar Rp 3,65 miliar dari pengurusan DAK itu.