“Amukan” Idrus Marham Pecah kepada Eni Saragih

JAKARTA – Terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham mengaku kesal dan emosi dengan sikap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Sebab, Eni sering menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

‎”Saya terus terang marah dan kesal kepada Eni. Karena Eni minta lagi kepada saya. Padahal dia dapat uang dari orang-orang,” kata Idrus di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Eni Saragih sendiri sempat meminjam uang ke Idrus Marham pada saat lebaran 2018, silam. Padahal, kata Idrus, Eni telah menerima uang dari sejumlah pengusaha untuk keperluan Pilkada suaminya di Temanggung.

Idrus berjanji akan membeberkan secara terang terkait pertemuan dengan pemegang saham Blacgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo dan Eni Maulani Saragih pada saat pemeriksaan terdakwa.

“Saya akan jelaskan banyak hal nanti tentang pertemuan, pembahasan, ketika saya ingin menjadi ketua umum, tapi dengan kualitas bukan isi tas, saya akan jelaskan secara utuh,” terangnya.

Baca Juga : BUSQUETS UNGKAP STRATEGI BARCELONA HADAPI LYON

Idrus Marham sendiri didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut didakwa menerima suap bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Suap itu dimaksudkan untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.