Asosiasi Senjata AS Tuntut Ketentuan Pembatasan Senjata Florida

Asosiasi Senjata AS Tuntut Ketentuan Pembatasan Senjata Florida

              TALLAHASSEE, Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NRA) dilaporkan memajukan tuntutan ke Pengadilan Distrik Utara, Florida.

Dikabarkan CNN Jumat (9/3/2018), NRA menggungat ketentuan berkaitan pembatasan senjata yang disetujui oleh Senat Florida.

Dalam ketentuan baru itu, batas umur kepemilikan senjata dinaikkan dari 18 th. jadi 21 th..

Lalu, Florida juga mengambil keputusan untuk melarang bump stok. Yaitu perangkat yang dapat memodifikasi senapan serbu semi-otomatis jadi automatis.

Diluar itu, dalam ketentuan yang di tandatangani Gubernur Rick Scott itu, pemerintah menyepakati paket kebijakan sebesar 400 juta dolar AS, atau Rp 5, 5 triliun.

Dana itu akan dipakai untuk tingkatkan keamanan di sekolah, sekalian memberlakukan program kesehatan mental.

Direktur Institut Tindakan Legislatif NRA, Chris Cox menyebutkan, dia menuntut ketentuan masalah batas umur kepemilikan senjata.

Menambah batas umur jadi 21 th., dipandang Cox sudah tidak mematuhi Amandemen Ke-2 serta 14 dalam Konstitusi Negeri ” Paman Sam “.

” Umur 18 th. sudah dipandang dewasa baik dengan psikologis, ataupun konstitusi negara ini, ” papar Cox.

Baca Juga : Pretty Asmara Divonis Enam Th. Penjara

Pemerintah Florida, kata Cox, dengan eksklusif sudah menyandera hak yang memiliki senjata karna satu masalah perseorangan.

” Menghindar warga berumur 20 th. beli alat pertahanan diri akan tidak hentikan orang hilang ingatan yang berusaha untuk lakukan kejahatan, ” papar NRA.

Terlebih dulu, ketentuan yang disahkan pada Rabu (7/3/2018) itu pergi dari penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas (14/2/2018).

Remaja 19 th. bernama Nikolas Cruz menyerang sisa sekolahnya itu memakai senapan serbu type AR-15, serta granat asap.

Aksinya menewaskan 17 orang murid serta guru, dan melukai 15 orang yang lain. Cruz lalu di tangkap sesudah pernah melarikan diri.

Ketentuan itu ditentang oleh murid SMA Marjory. Sebab, senat tidak memberi larangan pada senapan serbu, atau senjata dengan kemampuan amunisi besar.

” Ini adalah langkah kecil yang nanti akan jadi besar di masa depan, ” tutur murid bernama Chris Grady ditulis Sky News.

Support by : kompas.com