Ciri-khas JLNT Sempit serta Cepat, Bahaya buat Motor

Ciri-khas JLNT Sempit serta Cepat, Bahaya buat Motor

             Jakarta, Pelanggaran jalan raya dengan massal untuk beberapa kalinya dikerjakan beberapa pemakai sepeda motor di jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. Untuk peristiwa kesempatan ini bahkan juga hingga buat terhentinya arus jalan raya di ruas jalan layang yang menghubungkan Tanah Abang, Jakarta Pusat dengan Kampung Melayu, Jakarta Timur itu.

Pada kutipan video yang dilaporkan berlangsung Selasa (27/2/2018) pagi, ada beberapa ratus sepeda motor yang tampak berhenti di dalam di JLNT Casablaca. Mereka tidak berani meneruskan perjalanan karena ada razia polisi di ujung ruas JLNT. Mengakibatkan berlangsung kemacetan karena banyak mobil yang tertahan di belakang.

Ada larangan untuk motor melintas di ketahui bukan sekedar berlaku di JLNT Casablanca. Tapi juga di JLNT Antasari, JLNT Daan Mogot serta Simpang Susun Semanggi. Ada larangan ini bukanlah tanpa ada argumen. Maksudnya sesungguhnya juga membuat perlindungan nyawa pemakai motor tersebut. Satu diantara yang diutamakan, yakni ada peluang pengendara motor celaka karena kuatnya embusan angin diatas JLNT.

Trainer Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Juiceri Pulubuhu menilainya, keadaan jalur JLNT tidak pas untuk dilintasi sepeda motor karna dinilai sangat tinggi. Ketinggian ini yang dinilai dapat buat motor gampang goyah bila ditiup angin. Bila telah goyah, motor juga akan gampang kehilangan keseimbangan serta beralih lajur. Hingga punya potensi tertabrak kendaraan beda yang melaju dari belakang.

Baca Juga : Anies Hadiri Pengukuhan Bidan Delima Propinsi DKI Jakarta

” Dengan keadaan demikian rupa, tingkat profil resikonya untuk motor lebih tinggi, ” kata Juiceri pada Kompas. com baru saja ini.

Diluar itu, Juiceri menyebutkan jalur JLNT relatif sempit serta berkarakter cepat. Juiceri menyoroti tingkah laku beberapa besar pemakai motor yg tidak teratur dalam berlalu lintas. Hal yang dicontohkan yaitu masih tetap banyak pemakai motor yg tidak memahami ketidaksamaan peranan lajur kanan serta lajur kiri. Seringkali, pemakai motor juga seenaknya beralih lajur tanpa ada lihat kendaraan beda yang melaju di belakangnya.

” Pikirkan, apa yang terjadi bila ada grup ibu-ibu berkendara sepeda motor berada di situ. Saat telah di jalan, mereka dapat ke kiri, dapat ke kanan. Itu pasti begitu beresiko diatas JLNT, ” kata Juiceri.

Juiceri menilainya ketentuan yang berlaku sekarang ini telah pas. Sebab pemakai motor jauh tambah baik bila cuma diijinkan melintas di jalur reguler yang ada diatas permukaan tanah.

” Terkecuali lebih lebar, jalur yang berada di bawah ada juga lajur pemisah serta ada bahu jalan. Hingga pemakai motor lebih aman, ” kata Juiceri.

Larangan untuk motor melintas di JLNT telah diikuti dengan dipasangnya rambu jalan raya. Pada Undang-Undang No. 22 th. 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 287 ayat 1 serta 2, dinyatakan kalau tiap-tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak mematuhi ketentuan perintah, yang diisyaratkan oleh rambu jalan raya atau alat pemberi isyarat jalan raya, dapat dipidana dengan kurungan dua bln. atau denda Rp 500. 000.

Tidak cuma itu, Ayat 5 dari pasal yang sama saja memberi hukuman maksimum dua bln. serta denda Rp 500. 000, jika tiap-tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tidak mematuhi batas kecepatan tertinggi ataupun terendah.

Support by : kompas.com