Dandim Kendari Dicopot Gegara Postingan Istri, Kodam: Martabat Prajurit Jatuh

Kendari – Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik menjelaskan Dandim 1417 Kendari, Kolonel Hendi Suhendi dicabut sebab posting istri masalah Menko Polhukam Wiranto. Posting istri Dandim Kendari itu dipandang menjatuhkan martabat prajurit.

“Memang benar ada penghentian dari jabatan Dandim Kendari, ini memang benar ada keterikatan di antara posting yang dikerjakan oleh istrinya berkaitan terdapatnya bencana yang menerpa Menko Polhukam,” kata Maskun lewat sambungan telephone, Jumat (11/10/2019).

Jadi seseorang istri dari unit militer, kata Maskun, harusnya dapat jaga tindakan serta perkataan. Ini telah jadi instruksi dari pimpinan, bukan sekedar prajurit tetapi istri serta keluarga harus juga jaga sikap.

“Kan kita ini dari pertama diperintah oleh pimpinan baik pada prajurit, istri serta keluarga itu tidak untuk mempublikasikan beberapa hal yang terkait dengan SARA, atau membuat beberapa konten yang menjatuhkan martabat jadi prajurit atau istri prajurit atau men-share, mempublikasikan sharing walau bukan buatanya tetapi itu memunculkan yang berimplikasi pada terusiknya kondisi sosial atau jadi masalah. Pada akhirnya martabat militernya jadi terusik atau bisa disebutkan kehormatan militernya jatuh,” tuturnya.

Baca Juga : Makan Malam dengan Pep yang Mengubah Nasib Aguero

Maskun pastikan upacara pencabutan itu akan dogelar di Makorem 143 Halu Oleo, Kendari, esok. Maskun akui faksinya belum terima surat sah perubahan Dandim Kendari.

“Surat resminya (perubahan dandim) belum diterima tetapi sebab pimpinan kami bisa perintah langsung mungkin malam hari ini suratnya keluar. dengan resminya kami belum lihat mungkin esok pagi telah di-fax atau di-email,” katanya.

Tidak hanya dicabut, Kolonel Hendi ditahan 14 hari. Sesaat masalah istrinya dibawa ke peradilan umum sebab tidak dari unit militer.

“Ya peradilan umum sebab melanggar UU ITE No 19 Tahun 2016 yang diperbaharui dari UU No 11 Tahun 2008. Automatis peradilannya peradilan umum sebab istrinya bukan militer karena itu berlaku undang-undang ini,” jelas Maskun.