Demokrat Lebih Fokus ke Pileg daripada Pilpres, Ini Kata Kubu Prabowo-Sandi

JAKARTA -Wakil Ketua Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Rachmawati Soekarno Putri memandang sikap Partai Demokrat yang konsentrasi dalam penentuan anggota legislatif daripada pilpres (Pileg) adalah perihal yang lumrah.

Menurut Rachmawati, hal tersebut dikarenakan karena pemilu serentak 2019 membuat Pemilihan presiden serta Pileg dikerjakan bertepatan. Hingga, kata Rachamawati, ada domain semasing yang butuh dilihat pada Pemilihan presiden serta Pileg 2019 yang akan datang.

Hal tersebut disebutkan Rachmawati menyikapi sikap Partai Demokrat yang membebaskan calegnya menempatkan taktik sesuai dengan karakter daerah penentuan semasing.

“Nah memang itu ada domainnya semasing, jika pileg bagaimana kita telah bicarakan, jika untuk pemilihan presiden bagaimana kita telah mengendalikan semua jenis tehnis di lapangan,” papar Rachmawati di Gedung RJA Kompleks Perumahan Anggota DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa(13/11/2018).

Rachmawati menyatakan, sikap Partai Demokrat masih memberi dukungan pasangan Prabowo-Sandiaga dalam Pemilihan presiden 2019 yang akan datang.

Dia menjelaskan, sikap Partai Demokrat yang konsentrasi ke Pileg karena mesti memperoleh nada untuk mendapatkan minimum 4 % kursi legislatif (parliamentary threshold).

Di lain sisi, Direktur Direktorat Relawan Tubuh Pemenangan Nasional Ferry Mursyidan Balkan menolak, jika sikap Partai Demokrat tidak keseluruhan dalam pemenangan Pasangan Prabowo-Sandiaga dalam Pemilihan presiden 2019.

“Enggak (keseluruhan memberi dukungan Prabowo-Sandi) sebab beberapa rekan-rekan yang telah calon legislatif atau calon legislatif di dapilnya ikut mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” papar Ferry.

Ferry menjelaskan, semua konsolidasi pasangan Prabowo-Sandiaga kerja dengan kolektif serta kolaborasi untuk memanangkan Pemilihan presiden 2019.

Baca Juga : Ketua KPU: Sengketa Pemilu Sering Kali Tumpang Tindih

Dia ikut mengatakan, team konsolidasi Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) masih solid memenangi pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Nggak ada permasalahan. Kebanyakan orang miliki langkah yang terpenting maksudnya sama. Triknya dapat disinkronkan. Tidak diseragamkan, saat maksudnya sama memenangi Prabowo-Sandiaga triknya dapat beda-beda,” papar Ferry.