Dibebani Cost Distribusi, Paslon Ini Tolak Serahkan Desain Kampanye

Dibebani Cost Distribusi, Paslon Ini Tolak Serahkan Desain Kampanye

                  MADIUN, Pasangan calon bupati serta wakil bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro serta Hari Wuryanto menampik menyerahkan desain bahan kampanye pada Komisi Penentuan Umum (KPU) Kabupaten Madiun.

Penolakan itu dikerjakan karena KPU Kabupaten Madiun membebani cost distribusi bahan kampanye seperti poster, selebaran, serta pamflet pada paslon.

” Berdasar pada ketentuan KPU Nomor 5 Th. 2017 mengenai Dana Kampanye mengatakan cost penebaran bahan kampanye pada umum dibiayai dana APBD, ” tutur Ketua Tim Pemenangan Paslon Barokah Dimyati Dahlan waktu dihubungi Kompas. Com, Senin (19/2/2018).

” Karenanya harusnya KPU Kabupaten Madiun membiayai penebaran bahan kampanye seperti pamflet, liflet, selebaran, serta poster, bukanlah jadi membebankan pada paslon, ” imbuhnya.

Keadaan itu, sambung Dimyati, dikuatkan dengan ketentuan KPU Kabupaten Madiun No 12 Th. 2018 mengenai Pembatasan Pengeluaran Cost Kampanye. Berdasar pada ketentuan itu tidak termuat cost distribusi bahan kampanye.

” Di situ dijelaskan cost penebaran bahan kampanye 0 rupiah, ” ungkap Dimyati.

Dimyati memberikan, bukti penolakan sarana bahan kampanye dikerjakan tim paslon Barokah dengan tidak menyerahkan desain bahan kampanye pada KPU.

Baca Juga : Tidak Terasa Bersalah, Hal yang Memberatkan Tuntutan Jonru…

Walau sebenarnya sesuai sama ketentuan, tim paslon paling lambat menyerahkan desain bahan kampanye lima hari sesudah penetapan paslon.

” Hingga detik ini kami belum juga menyerahkan desainnya walau batas saat telah lewat. Walau sebenarnya paling lambat lima hari sesudah penetapan paslon, ” terang Dimyati.

Dimyati memohon, apabila pos angggaran itu tidak terpakai, tambah baik dikembalikan ke kas daerah. Karema ia lihat, masalah ini juga akan berekor panjang.

” Serta seperti di ketahui banyak anggota KPU terlilit masalah korupsi. Dulu anggota KPU pusat sempat terlilit masalah pengadaan, ” terang Dimyati.

Dimyati mengakui percaya, KPU akan tidak nekat cetak bahan kampanye. Apabila hal tersebut nekat dikerjakan, KPU tidak mematuhi ketentuan yang di buat sendiri.

” Dalam ketentuan dijelaskan desain itu dari paslon. Sebelumnya ada kesepakatan dari paslon, mereka akan tidak berani cetak, ” kata Dimyati.

Tidak cuma itu, lanjut Dimyati, tim pemenangan paslon Barokah mengendus ada sangkaan kemahalan harga pengadaan alat peraga serta bahan kampanye.

” Saya contohkan di rancangan biaya cost dari KPU cost produksi serta pemasangan baliho ukuran 4 x 6 mtr. seharga Rp 1. 875. 000. Sedang bila itu kami kerjakan sendiri jadi biayanya cuma Rp 800. 000 saja, ” terang Dimyati.

Support by : kompas.com