Diminta Turunkan Harga, Dirut AirAsia: Kita Sudah Terjangkau

JAKARTA – AirAsia optimistis permintaan tiket pesawatnya tidak berkurang meskipun pemerintah telah meminta semua maskapai untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12-16 persen. Hal ini bisa membuat maskapai lain menurunkan tarif tiket setara dengan tarif tiketnya.

Direktur Utama AirAsia Dendy Kurniawan mengatakan, tarif tiket pesawat AirAsia masih tetap terjangkau untuk masyarakat sekalipun makapai lainnya menurunkan tarif tiket. Pasalnya, selama ini tarif tiket AirAsia mengikuti tarif batas bawah (TBB).

“Saya yakin kita tetap yang paling terjangkau harganya,” ujarnya saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Dia mengakui, selama maskapai lainnya berlomba menaikkan tarif sejak awal tahun ini, permintaan masyarakat kepada AirAsia menjadi besar. Pasalnya, maskapai lainnya menaikkan tarif tiket hingga 50 persen dari tarif yang dibanderol biasanya.

Kendati demikian, maskapai penerbangan berbiaya murah ini tidak khawatir mengalami kerugian. Padahal, alasan maskapai lainnya menaikkan tarif tiket karena tertekan biaya operasional yang mahal.

“Tidak takut (rugi) kok kita karena cost kita sangat rendah,” kata dia.

Dengan demikian, aturan penurunan TBA tiket pesawat yang mulai berlaku hari ini, tidak berpengaruh ke tarif tiket AirAsia. Sebab, tarif tiket AirAsia yang mengikuti TBB tentu di bawah aturan TBA yang baru.

“Bagi kita tidak terlalu masalah karena kita bermain justru di area TBB dan bukan TBA,” ucapnya.

Baca Juga : BERBEKAL TES PASCABALAP JEREZ, ZARCO TATAP OPTIMIS MOTOGP PRANCIS 2019

Pemerintah resmi menerbitkan kebijakan baru yang mengatur penurunan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12-16 persen. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Aturan ini resmi berlaku sejak ditandatangani, yakni 15 Mei 2019. Aturan ini kemudian menggantikan KM 72 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Aturan ini mengatur seluruh kelas penerbangan pesawat ekonomi rute domestik. Yang meliputi, kelas full service, medium service, dan low cost carrier (LCC).