Efek Jera Mesti Dijatuhkan bagi Penghembus Isu Bom di Penerbangan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mensupport pihak yang berwajib untuk kenakan sangsi serta dampak kapok terberat untuk penghembus gosip bom di penerbangan.

Dampak kapok dikenai untuk seorang yang hembuskan gosip baik di bagian darat seperti di bandara, tower ATC serta perlengkapan penerbangan, juga di bagian udara seperti di pesawat terbang.

Terkecuali membahayakan keselamatan, keamanan serta kenyamanan penumpang, gosip itu juga memberi efek psikologis mendalam.

Bahkan juga, buat kerugian material yang besar pada maskapai serta penumpang beda.

Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, mensupport pihak berwajib untuk kenakan hukuman pidana serta perdata baik itu memakai UU No. 1 th. 2009 mengenai Penerbangan, KUHP, KUHAP ingin juga ketentuan beda seperti UU Terorisme yang telah disahkan.

Ditjen Perhubungan Udara sendiri juga akan memberi dampak kapok. Satu diantaranya, lakukan black daftar serta melarang untuk terbang serta mendekati sarana penerbangan untuk orang yang hembuskan gosip bom itu.

” Gosip bom ini sangatlah menggelisahkan karna efeknya tidak cuma psikologis, juga efek material yg tidak sedikit untuk maskapai serta penumpang. Serta yang lebih luas sekali lagi, akan beresiko pada persepsi orang-orang internasional pada penerbangan Indonesia, ” katanya dalam tayangan tertulis, Selasa (29/5/2018).

Pemerintah mensupport pihak berwajib untuk memberi dampak kapok berbentuk sangsi pidana pada yang berkaitan.

Ia juga mengajak semuanya stakeholder serta orang-orang untuk menebarluaskan berita pemberian sangsi itu hingga ada dampak kapok di orang-orang.

Kegeraman Agus ini berkaitan ramainya gosip bom di penerbangan tanah air belakangan ini.

Berita paling baru datang dari Pontianak, persisnya pada Senin (28/5/2018) jam 18. 50 WIB dimana seseorang penumpang pesawat B737-800 NG PK- LOJ yang dioperasikan Lion Air no penerbangan JT 687 menyebutkan membawa bom.

Salah seseorang penumpang yang ketakutan buka paksa jendela darurat (emergency exit window) samping kanan.

Mengakibatkan, penumpang berhamburan keluar lewat jendela darurat serta memaksakan turun dari sayap pesawat itu walau sebenarnya mesin pesawat telah dinyalakan di apron.
Situasi Bandara Supadio, Pontianak, Senin (28/5/2018) malam.

Situasi Bandara Supadio, Pontianak, Senin (28/5/2018) malam. (YOHANES KURNIA IRAWAN)

Aksi penumpang yang memaksakan turun sudah pasti beresiko karna mungkin tersedot ke mesin pesawat yang menyala.

Diluar itu, kerugian materiil maskapai karena rusaknya jendela darurat pesawat juga miliaran rupiah.

” Oleh karenanya, orang pertama yang mengakibatkan semuanya berlangsung atau penghembus gosip bom, mesti mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai sama hukum yang berlaku, ” kata Agus.

Standard keamanan penerbangan

Agus juga kembali mengingatkan semuanya stakeholder penerbangan untuk bekerja bersama tingkatkan keamanan penerbangan, sesuai sama prosedur standard semasing yang di turunkan dari Ketentuan Menteri Perhubungan No. KM 80 th. 2017 mengenai Program Keamanan Penerbangan Nasional serta Annex 17 mengenai Aviation Security dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso waktu lakukan kunjungan kerja ke Bandara Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/3/2018).

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso waktu lakukan kunjungan kerja ke Bandara Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/3/2018). (ALEK KURNIAWAN)

Selain itu, pemerintah mengimbau penumpang untuk tetaplah mematuhi perintah awak kabin pesawat berkaitan apa yang bisa serta tidak bisa dikerjakan didalam pesawat.

Awak kabin, paparnya, adalah personil penerbangan terlatih yang memperoleh sertifikat spesial dari Ditjen Perhubungan Udara agar bisa menggerakkan standard prosedur operasional penerbangan.

” Berkaitan gosip bom, pada pasal 437 UU Penerbangan, dijelaskan kalau semuanya yang berkaitan info bom baik sungguhan atau bohong adalah aksi tidak mematuhi hukum juga akan diolah serta ada sangsi tegas oleh pihak berwajib, ” katanya.

Ayat (1) pasal itu berbunyi, “setiap orang mengemukakan info palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan seperti disebut dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) th.. ”
Beberapa penumpang sangat terpaksa bermalam di bandara internasional Supadio Pontianak efek dari lumpuhnya kesibukan penerbangan karena

Baca Juga : PLN Listriki 13 Desa di Natuna

Beberapa penumpang sangat terpaksa bermalam di bandara internasional Supadio Pontianak efek dari lumpuhnya kesibukan penerbangan karna (YOHANES KURNIA IRAWAN)

Sedang, pada ayat (2) serta (3) dinyatakan kalau : Dalam soal tindak pidana seperti disebut pada ayat (1) menyebabkan kecelakaan atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) th., apabila menyebabkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) th..

Pasal itu bukanlah delik aduan hingga aparat yang berwajib dari kepolisian dapat segera menindaklanjutinya bila berlangsung momen berkaitan gosip bom di penerbangan.