Jembatan Penghubung Antar Desa di Perbatasan Sebatik Ambrol

Jembatan Penghubung Antar Desa di Perbatasan Sebatik Ambrol

              NUNUKAN,  Sebuah jembatan penghubung antar desa di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ambrol setelah diguyur hujan seharian.

Warga Kecamatan Sebatik, Arwan, mengatakan, hujan yang mengguyur Rabu (15/7/2017) pagi hingga sore hari membuat bangunan jembatan penghubung di Bukit Kramat jatuh ke jurang di bagian punggung bukit.

”Hampir semua badan jalan jatuh ke jurang. Tinggal beberapa meter saja,” ujarnya, Minggu (16/07/2017).

Arwan menambahkan, meski membahayakan jiwa, sebagian warga yang menggunakan motor tetap nekat melintas dengan cara menyusun papan agar bisa melintas.

Baca Juga : Timnas Indonesia U-16 Takluk dari Laos

Jembatan Bukit Karamat merupakan jalan penghubung ke Ibu Kota Kabupaten Nunukan terdekat dari beberapa desa di sekitar Sungai Limau dan sekitarnya. Akibat terputusnya jembatan penghubung tersebut, warga di desa Sungai Limau dan sekitarnya terpaksa memutar hingga 80 kilometer untuk menuju Kota Nunukan.

“Ada yang nekat pasang papan untuk bisa lewat karena kalau harus mutar lewat bawah untuk ke Nunukan jaraknya bisa 80 kilometer,” imbuhnya.

Selain jembatan Bukit Kramat, hujan deras juga menggerus badan jalan di beberapa titik di sepanjang jalan provinsi di Pulau Sebatik tersebut. Salah satu titik yang terdampak parah derasnya hujan yang turun adalah jalan di Kampung Lordes. Sebagian badan jalan juga sudah jatuh ke jurang di sisi jalan.

Meski demikian belum ada pemasangan rambu rambu jalan yang memperingatkan warga untuk tidak melintasi jalan tersebut.

”Di Lordes juga parah jalan yang tergerus oleh hujan. Belum ada pemasangan rambu rambu jalan hingga saat ini,” ucap Arwan.

Support by : kompas.com