Jokowi Setuju Perempuan Indonesia Bukan Emak-emak, melainkan Ibu Bangsa

YOGYAKARTA – Presiden Joko Widodo membawa semua wanita Indonesia menjadi ibu bangsa. Menjadi ibu bangsa, wanita memiliki peranan terpenting dalam mendidik beberapa penerus hari esok bangsa.

Hal tersebut dikatakan Presiden Jokowi waktu menghadiri acara Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia ke-90 serta Sidang Umum International Council of Woman (ICW) ke-35 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.

Ikut ada Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Daerah Spesial Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama istri GKR Hemas, serta Presiden ICW Jungsook Kim.

Didalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengemukakan jika debut wanita Indonesia tidak kalah dengan beberapa negara lainnya.

“Kita miliki Ibu Rini Sugianto, animator film-film Hollywood. Terkadang kita tidak paham, tapi Ibu Rini ini animator terunggul yang digunakan di film-film Hollywood,” tutur Presiden Jokowi dalam pidatonya, Jumat (14/09/2018).

Presiden mengemukakan, di arena Asian Games 2018, Indonesia sukses jadi penyelenggara serta atletnya mencapai banyak prestasi hingga rangking Indonesia naik di banding awal mulanya. Indonesia menempati rangking 4 dengan mencapai 31 medali emas.

“Yang butuh saya ingatkan, dari 31 medali emas yang kita dapatkan, 12 medali disumbangkan oleh atlet-atlet wanita kita. Janganlah lupa, waktu pembukaan yang menyalakan api di puncak ialah atlet wanita kita, Susi Susanti,” tegasnya.

Diungkapkanya, Indonesia mempunyai perempuan-perempuan kuat yang ikut berjuang untuk kemerdekaan, dari mulai RA Kartini, Dewi Sartika, sampai Martha Christina Tiahahu.

“Barusan saya memberangkatkan 24 srikandi yang masuk dengan pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Berarti kita miliki srikandi-srikandi yang selalu berjuang untuk merah putih, untuk negara Indonesia,” paparnya.

Menurut Jokowi, wanita memiliki peranan terpenting dalam cetak generasi hari esok bangsa. Hingga Presiden Joko Widodo membawa wanita Indonesia menjadi ibu bangsa.

“Berikut yang saya tujuan kan menjadi ibu bangsa. Yang mendidik anak-anak kita, menjadi penerus hari esok bangsa, yang melakukan perbaikan mentalitas bangsa, yang mengawasi kepribadian keluarga serta penduduk, yang mengawasi alam untuk anak cucunya, yang menggerakkan ekonomi keluarga serta penduduk,” pungkasnya.

Presiden Jokowi juga setuju dengan Ketua Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo yang menampik wanita Indonesia dikatakan sebagai ” emak-emak”. Karena, Wanita Indonesia telah memiliki ide ibu bangsa semenjak tahun 1935.

“Menjadi saya sepakat barusan Ibu Giwo mengemukakan arti emak-emak. Ibu bangsa,” tegasnya.

Baca Juga : Soal Laporan kepada KPU DKI, Taufik Akan Konsultasi dengan Kuasa Hukum

Di kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga menyemangati wanita peserta Sidang Umum ke 35 Dewan Wanita International atau International Council of Women (ICW) serta Temu Nasional Seribu Wanita Indonesia.

“Saya mengemukakan, jadilah ibu bangsa wahai wanita Indonesia. Saya ulangilah, jadilah Ibu bangsa wahai wanita Indonesia,” kata Jokowi.