Kabar Lorenzo Balik ke Ducati Muncul, Tardozzi: Saya Tak Tahu

SPIELBERG – Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, turut mengomentari masa depan Jorge Lorenzo di Repsol Honda yang semakin suram. Kabar terakhir menyebutkan Lorenzo akan berusaha balik ke Ducati untuk memperbaiki kariernya yang semakin suram di Honda.

Tardozzi pun tak mau mengomentari isu kembalinya Lorenzo ke Ducati karena itu adalah urusan manajemen yang lebih tinggi. Keputusan untuk menerima Lorenzo lagi atau tidak ada di tangah Claudio Domenicali (CEO Ducati), Gigi Dalligna (Kepala Teknis Ducati) dan Paolo Ciabatti (Direktur Olahraga Ducati).

Lorenzo memang memiliki kedekatan dengan Ducati karena pernah berada di garasi tim yang bermarkas di Bologna tersebut selama dua musim. Lorenzo menjadi bagian Ducati Corse (sekarang Mission Winnow Ducati) dari musim 2017 hingga 2019.

Selama membela Ducati, perjalanan Lorenzo tidaklah terlalu mulus juga. Pasalnya, musim perdana Lorenzo bersama Ducati dapat dikategorikan gagal karena Por Fuera –julukan Lorenzo– gagal menaklukkan Desmosedici. Akan tetapi, semua berubah pada musim lalu.

Lorenzo mulai memahami cara untuk menunggangi Desemosedci sehingga kemenangan pun datang ke tangan pembalap berpaspor Spanyol itu. Lorenzo mengoleksi empat podium yang dua di antaranya berbuah kemenangan. Meski sudah bangkit dengan Ducati, tetapi Lorenzo tetap memutuskan pindah ke Honda.

Baca Juga : USAI HADIRI KONGRES PDIP, JOKOWI DAN IRIANA TIBA DI MALAYSIA

Patut disayangkan, Lorenzo kini mengalami nasib lebih buruk saat membela Honda. Oleh sebab itu, Lorenzo pun dikabarkan ingin balik ke Ducati lagi pada musim depan. Akan tetapi, Lorenzo bukan bergabung dengan tim utama melainkan satelit yakni Pramac Ducati.

“Saya dapat mengatakan Jorge (Lorenzo) ingin kembali. Itu karena kami memberinya perasaan yang baik. Tapi dia punya kontrak dua tahun dengan Honda. Saya tidak tahu (peluang Lorenzo kembali ke Ducati). Anda harus bertanya Gigi (Dalligna), Paolo (Ciabatti) dan Domenicali. Saya pikir masalah semacam ini harus diputuskan dari manajemen puncak,” ujar Tardozzi, seperti yang dikutip dari Crash, Sabtu (10/8/2019).