Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf kepada Kapolri

JAKARTA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kapitra Ampera minta Amien Rais meminta maaf pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Menurut Kapitra, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu mesti meminta maaf sebab sudah minta Presiden Jokowi melepaskan Tito.

“Saya meminta Amien Rais klarifikasi itu serta meminta maaf pada Jenderal Tito serta kepolisian,” tutur Kapitra dalam pertemuan wartawan di posko pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).

Calon legislatif PDI-P Kapitra Ampera di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Kapitra memberikan batas waktu pada Amien saat 7 x 24 jam. Bila dalam tempo itu belumlah ada keinginan maaf, jadi Kapitra yang profesinya menjadi pengacara ini akan meniti langkah hukum.

“Jika tidak diindahkan, kami akan laporkan ke polisi. Mulai ini hari, jadi Kamis depan tidak lakukan itu, kami lapor ke polisi,” katanya.

Kapitra memandang, keinginan Amien supaya Tito dicopot dari tempat Kapolri tidak berdasarkan. Harusnya, katanya, Amien Rais konsentrasi saja melakukan proses hukum di Polda Metro Jaya tak perlu melempar dakwaan pada pimpinan Polri.

“Walau sebenarnya ia diperlakukan begitu baik (waktu dicheck pihak kepolisian). Kecemasan ia, kekhawatiran ia, kan tidak dapat dibuktikan. Toh diperlakukan dengan baik. Tapi mengapa mesti menyerang Tito serta kepolisian,” kata Kapitra.

Amien Rais awal mulanya minta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi melepaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hal tersebut dikatakan Amien waktu datang di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018), untuk dicheck menjadi saksi atas masalah penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet.

Baca Juga : Ma’ruf Amin “Gerilya” di Kantong-Kantong Prabowo

“Saya tidak akan panjang-panjang, saya meminta ke Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito selekasnya dicopot. Faktanya, Anda mencari sendiri,” tutur Amien.

Meskipun begitu, dia tidak menuturkan dengan jelas kenapa dia melemparkan keinginan itu.

“Saya meyakini stock pimpinan Polri yang jujur serta mengabdi negara dan bangsa ada banyak untuk ubah Pak Tito. Kita cinta polisi menjadi keamanan nasional tetapi jika ada pelaku yang tidak benar mesti ditukar,” ucapnya.