Kasbon Uang Perusahaan, Modus Dugaan Korupsi di PT Jamkrida Jatim

SURABAYA – Penyidik Kejaksaan Negeri Jawa Timur membuka modus pendapat praktek korupsi bekas Direktur Penting BUMD PT Jamkrida Jawa Timur Achmad Nur Chasan dalam mencairkan dana Rp 6,7 miliar dari peti uang perusahaan.

Asisten Pidana Spesial Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Didik Farkhan menjelaskan, modus pencairan dana itu lewat cara kasbon atau keinginan kas sesaat untuk kebutuhan pribadi.

“Terdaftar ada 46 kali kasbon dari direktur penting selama 2015-2017 dengan keseluruhan lebih dari Rp 6,2 miliar,” kata Didik, Rabu (14/11/2018).

Diluar itu, ada juga penggunaan untuk kepentingan lainnya seperti peletakan deposito serta agunan utang.

Akan tetapi, uang kasbon yang harusnya dikembalikan pada perusahaan, sampai sekarang ini belum kembali pada kas perusahaan.

“Pendapat sesaat uang itu untuk kebutuhan pribadi. Kami akan dalami kembali kemana uang itu mengalir,” tutur ia.

Selama Rabu, Achmad Nur Chasan dicheck intens di ruangan penyidik Kejati Jawa timur bersama dengan Bugi Sukswantoro, Bekas Direktur Keuangan PT Jamkrida Jawa Timur.

Baca Juga : Demokrat Lebih Fokus ke Pileg daripada Pilpres, Ini Kata Kubu Prabowo-Sandi

Jam 17.00 WIB, kedua-duanya diputuskan terduga serta dijebloskan ke tahanan Kejati Jawa timur.

Pendapat korupsi itu didalami Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sesudah memperoleh laporan dari Otoritas Layanan Keuangan (OJK) mengenai keterangan asset serta kegiatan keuangan di PT Jamkrida Jawa Timur.

“Agustus lantas kedua-duanya tidak menjabat di direksi sebab telah dikeluarkan,” tutur Didik.