Kemenhub Ingatkan Publik Tak Terbangkan Balon Udara hingga Ancam Keselamatan Penerbangan

JAKARTA – Ketua Posko Harian Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan Arif Toha mengingatkan orang-orang untuk tidak menerbangkan balon hawa sampai meneror keselamatan penerbangan.

Menurut Arif, balon hawa yang ada kerapkali dilepaskan sampai meraih lokasi hawa sebagai jalur penerbangan.

” Bisa dikerjakan, namun dalam keadaan yang teratasi lah ketinggiannya. Mesti ditambat, diikat, tidak bisa dilepaskan, ” tutur Arif di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/6/2018).

Arif menyatakan, pihaknya selalu lakukan sosialisasi berkenaan bahaya pemakaian balon hawa pada keselamatan penerbangan.

Akan tetapi, ia mengaku sistem sosialisasi pasti bakal mengonsumsi saat yang lama.

” Merubah kan butuh saat serta sosialisasi, ” kata dia.

Dalam periode pendek, Kemenhub berbarengan AirNav Indonesia mengadakan Java Balloon Festival 2018 di Wonosobo, Ponorogo serta Pekalongan.

Acara itu diselenggarakan dalam rencana mengontrol balon hawa liar yang sampai kini diterbangkan orang-orang Jawa Tengah untuk menyongsong 1 Syawal tiap-tiap tahunnya.

” Wilayahnya di Wonosobo, Ponorogo serta Pekalongan. Wonosobo hari itu, Ponorogo (tanggal) 21, Pekalongan (tanggal) 22, ” kata dia.

Di segi lain, Kemenhub sudah mengambil alih beberapa ratus balon hawa di tiga lokasi itu. Penyitaan dikerjakan Kemenhub berbarengan anggota Polri serta TNI untuk menghadapi ancaman penerbangan.

” Hingga tempo hari ini telah beberapa ratus yang diamankan balon hawa. Hari itu selalu dipantau serta bakal jadi tambah jumlahnya, ” kata Arif.

Arif meyakinkan sampai sekarang ini kehadiran balon hawa belum mengganggu aktivitas penerbangan.

Akan tetapi, Kemenhub serta aparat hukum berkenaan bakal lakukan antisipasi ancaman masalah penerbangan disebabkan balon hawa.

” Kelak kita antisipasi saja. Sosialisasi telah kita kerjakan mulai sejak jauh hari pada awal mulanya. Namun orang-orang masih tetap saja (menerbangkan balon hawa). Ya, ini kebiasaan mungkin saja, ” kata dia.

Tidak melarang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan dianya tak melarang proses kebiasaan orang-orang menyongsong 1 Syawal dengan menerbangkan balon hawa.

Tetapi, ia mengingatkan orang-orang untuk mematuhi ketentuan supaya balon hawa tak membahayakan keselamatan penerbangan.

” Memanglah itu adalah kebiasaan. Bukannya Kementerian Perhubungan melarang, namun berupaya untuk memberi satu ruangan dengan memfasilitasi ini dengan cara segera, ” kata Budi waktu konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Minggu (17/6/2018).

Di segi lain, Direktur Paling utama Instansi Penyelenggara Service Navigasi Penerbangan Indonesia, Novie Riyanto menuturkan, efek hadirnya balon hawa di lokasi penerbangan yaitu pesawat menabrak balon itu.

” Ada dua disebabkan, bila nabrak di kokpit atau sisi depan pesawat, pilot tidak dapat saksikan serta kehilangan jarak pandang sekalipun, ” kata Novie.

Disebabkan selanjutnya yang lebih kronis yaitu balon hawa tersedot masuk ke turbin mesin lantas bikin mesin mogok.

Baca Juga : Tiga Orang Diduga Seniman Grafiti Tewas Tersambar Kereta Api di London

Bila mesin pesawat hingga punya masalah, jadi resiko yang paling kronis yaitu mesin tak bekerja serta pesawat terjun bebas.

Diluar itu dalam keadaan malam hari, balon hawa juga tidak dapat diawasi oleh tim navigasi.

” Radar pesawat tak dapat lihat ada balon atau tak, radar kami juga tak, lantaran tak ada transponder, ” papar Novie.