Kento Momota Bermimpi Menjadi Lee Chong Wei dan Lin Dan

Pebulu tangkis tunggal putra asal Jepang, Kento Momota, berhasrat bisa menyamai karier gemilang idolanya, Lee Chong Wei dan Lin Dan.

Baru-baru ini, Kento Momota sukses mengukuhkan diri sebagai juara dunia setelah meraih medali emas Kejuaraan Dunia 2018, Minggu (5/8/2018).

Momota yang kini masih berusia 23 tahun berharap bisa terus menorehkan prestasi pada tahun-tahun berikutnya.

“Ada masa ketika saya jauh dari bulu tangkis dan saya menerima banyak dukungan. Sekarang, saya lebih kuat dibandingkan masa lalu,” tutur Momota yang dilansir dari situs resmi BWF, Senin (6/8/2018).

“Saya ingin berterima kasih kepada semua yang mendukung saya. Saya ingin menjadi seperti Lee Chong Wei dan Lin Dan yang memiliki karier panjang. Saya ingin menikmati permainan saya dan menghibur penonton,” kata Momota menambahkan.

Atas gelar yang diraih di China itu, Momota mengukir sejarah besar yakni menjadi pemain Jepang pertama yang mampu meraih gelar juara dunia.

Perjuangan Momota untuk bisa mencapai level saat ini diraih dengan tidak mudah. Pasalnya, karier Momota sempat tercoreng akibat skandal judi ilegal dua tahun lalu.

Momota dan seniornya, Kenichi Tago, harus menjalani masa hukuman dari Asosiasi Bulu Tangkis Jepang (Nippon Badminton Association/NBA) selama 15 bulan.

Setelah menjalani hukuman, Momota melakukan comeback pada turnamen Kanada Terbuka pada Juli 2017 lalu dan mengakhiri kompetisi sebagai runner up.

Setelah itu, Momota menyapu bersih gelar juara lima turnamen yang dia ikuti sepanjang kalender kompetisi 2017 yakni K&D Grapichs International Series, Belgian International, Czech Open, Dutch Open, dan Macau Open.

Baca Juga : Gempa Lombok, BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

Pada 2018, performa Momota kian meningkat. Selain menjadi juara dunia, Momota juga merupakan kampiun Kejuaraan Asia, Vietnam International Challenge dan Indonesia Open.

Sepanjang tahun ini, Momota cuma kalah dari Lee Chong Wei (Malaysia) pada final Malaysia Open, Chou Tien Chen (Taiwan) pada perempat final German Open, dan Sameer Verma (India) pada Swiss Open.