Kepala BNPT Meyakinkan Juga akan Perjuangkan Hak Korban Terorisme

Kepala BNPT Meyakinkan Juga akan Perjuangkan Hak Korban Terorisme

             JAKARTA, Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menyebutkan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan kementerian serta instansi berkaitan dalam pertemuan rekonsiliasi pada korban serta bekas aktor teror.

Hal semacam ini dikerjakan untuk menanggung hak korban dalam pemenuhan kompensasi seperti ditata dalam regulasi.

” Kita panggil kementerian berkaitan, kita guidance juga mempertanyakan hingga benar negara dapat tahu untuk inventarisir apa yang diperlukan beberapa korban, ” tutur Suhardi di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Kementerian yang disebut diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, sampai Kementerian Pendidikan. Suhardi menyebutkan, beberapa korban rasakan efek segera ataupun tidak segera atas peristiwa teror yang dihadapi.

Sampai kini, kata dia, BNPT cuma mengatasi penanggulangan teroris saat diolah hukum. Sesaat beberapa korban tidak di beri kompensasi karna regulasinya tak ada.

” Revisi UU terorisme berikut yang memberi ruangan pada kami untuk melidik, untuk mengkordinasikan semuanya instansi serta tubuh untuk memerhatikan semuanya korban, kompensasi pada korban, ” kata Suhardi.

Suhardi menyebutkan, dalam RUU Terorisme, telah ditata tentang hak-hak korban. Bahkan juga, BNPT sudah mempunyai susunan yang spesial mengatasi beberapa korban, baik problem sosial, psikologis, serta medis.

Baca Juga : Kapal Feri Terbenam, Kendaraan Tumpah ke Laut

Yang terutama, kata Suhardi, dalam komunitas rekonsiliasi itu juga akan disebarkan pesan damai. Dari bagian aktor juga akan mengungkap penyesalan serta mengerti seutuhnya kekeliruan di masa kemarin.

Sesaat korban dengan kebesaran hatinya ingin berdamai dengan beberapa bekas teroris serta mengingatkan janganlah ada korban sekali lagi.

” Ini embrio, masih tetap kita buka sekali lagi. Semakin besar sekali lagi. Bila tempo hari diinisiasi LSM, ini oleh negara. Pertama kalinya berlangsung ini, ” kata Suhardi.

Terlebih dulu, pemerintah mengadakan rapat koordinasi lintas kementerian serta instansi berkaitan dengan rekonsiliasi dalam usaha mencegah radikalisme di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum serta Keamanan.

Selesai rapat, Menko Polhukam Wiranto menyebutkan kalau pemerintah juga akan mengusahakan langkah baru yang dipandang lebih manusiawi untuk mencegah radikalisme terulang kembali dari beberapa bekas narapidana terorisme.

Nanti, kata dia, beberapa bekas narapidana terorisme juga akan mohon maaf dengan segera pada keluarga korban terorisme.

Hal semacam ini dikerjakan supaya tak ada sekali lagi kebencian keluarga korban pada bekas narapidana terorisme. Gagasannya, pertemuan juga akan di gelar pada Rabu (28/2/2018) yang akan datang.

Support by : kompas.com