KPI Larang Peserta Pilkada Bermain Sinetron, Tim Berhasil Deddy-Dedi Meradang

KPI Larang Peserta Pilkada Bermain Sinetron, Tim Berhasil Deddy-Dedi Meradang

               BANDUNG, Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur serta wagub Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Asep Wahyuwijaya, menilainya, ketentuan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berkaitan larangan program acara di tv yang melibatkan calon kepala daerah berkesan begitu tendensius serta bertentangan dengan asas Equality Before the Law.

“Aturan KPI itu berkesan tendensius. Ketentuan ini sesungguhnya untuk siapa? Apakah untuk semuanya peserta Pilkada yang turut Pilkada 2018 ini atau cuma untuk satu orang calon saja, ” kata Asep di Bandung, Rabu (9/5/2018).

Diambil dari Tribunnews, semua calon kepala daerah yang maju Pilkada 2018 dilarang lakukan kampanye lewat seni drama, sinetron, ataupun seni peranan yang lain di monitor tv.

Larangan itu di keluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam surat edarannya Nomor 68 Th. 2018.

Surat edaran itu berikan kewenangan pada KPI untuk keluarkan peringatan pada instansi penyiaran manapun yang menayangkan drama, sinetron ataupun seni peranan yang di bintangi calon kepala daerah dengan maksud atau di kuatirkan untuk disalahgunakan jadi media kampanye.

” Kita juga akan beri peringatan satu, peringatan ke-2, pada instansi penyiaran yang tidak mematuhi SE itu. Ketentuannya tegas, dalam 1×24 jam mereka mesti mencabut program siaran yang tidak mematuhi, ” tutur Komisioner Gugus Pilkada, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiah dalam pernyataannya, Rabu (2/5/2018) di Jakarta.

Support by : kompas.com

Berkaitan hal tersebut, Asep menyebutkan, cuma Deddy Mizwar calon kepala daerah yang berlatar belakang jadi artis atau bintang film. Pekerjaan itu, kata dia, telah ditempuh jauh hari sebelumnya pilkada serta mencalonkan kepala daerah.

Asep juga membetulkan Deddy Mizwar juga akan tampak di satu diantara sinetron yang juga akan disiarkan di satu diantara stasiun TV swasta pada bln. Ramadhan kelak. Akan tetapi, dia meyakinkan hal itu bukanlah untuk kebutuhan kampanye.

“Itu kebiasaan yang telah dikerjakan tiap-tiap th. sebelumnya pilkada ini. Bukan sekedar untuk sinetron baru ini, tetapi juga seri-seri sinetron yang lain, ” kata Asep.

Diluar itu, Asep meyakinkan dalam sinetron yang juga akan menanyangkan sosok Deddy Mizwar tak ada usaha pencitraan atau mencitrakan diri, baik dengan implisit ataupun dengan eksplisit serta sekalipun tak ada bebrapa lambang yang keluar berkaitan calon nomor empat, dalam sinetronnya.

“Deddy Mizwar main film tidak mendadak karenanya memanglah profesinya artis atau bintang film. Bila ada calon kepala daerah yang mendadak main film, itu bisa jadi untuk pencitraan atau mencitrakan diri, lebih jauhnya berkampanye, ” terang Asep.

Support by : kompas.com