KPK Cecar Rombongan Eks Pejabat Garuda soal Pengadaan Mesin Pesawat

Agen Judi Online – KPK mengecek beberapa bekas petinggi PT Garuda Indonesia (Persero) berkaitan masalah sangkaan suap yang menangkap Emirsyah Satar. Beberapa saksi dihujani KPK masalah penyediaan pesawat serta mesin dari Airbus SAS serta Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

“Kami dalami berkaitan dengan proses penyediaan pesawat serta mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. Jadi, team masih mencari dengan terus-terusan bagaimana proses penyediaan saat itu di PT Garuda Indonesia, baik pesawat, mesin pesawat, atau sebab ada peningkatan dalam masalah ini, yakni proses perawatan pesawat,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Keseluruhan ada sembilan orang yang dipanggil jadi saksi untuk terduga Hadinoto Soedigno. Tetapi ada tiga orang yang mangkir.

“Kontrol akan direncanakan lagi,” ucapnya.

Masalah yang tengah dilacak KPK ini adalah peningkatan masalah yang menangkap bekas Direktur Penting PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Sedang Hadinoto dijaring KPK jadi terduga dalam kapasitasnya jadi Direktur Tehnik serta Pengendalian Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012.

Baca Juga : Terlahir untuk Mencetak Gol, Lautaro Mirip dengan Suarez

Emirsyah serta Hadinoto disangka KPK memperoleh suap dari penghubung bernama Soetikno Soedarjo. Oleh KPK, Soetikno dikatakan sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd dan pemilik dari PT Mugi Rekso Kekal (MRA).

Tetapi berkas masalah Emirsyah serta Soetikno telah terlebih dulu dirampungkan KPK. Keduanya selekasnya jalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Emirsyah–saat dipublikasikan jadi terduga pada Januari 2017–diduga KPK terima 1,2 juta euro serta USD 180 ribu dan berbentuk barang lewat Soetikno jadi penghubung dari Rolls-Royce PLC. Tidak hanya nominal yang disangka diterima Emirsyah, KPK mengenali terdapatnya pergerakan uang lain yang serta bukan sekedar ada di negeri dan bukan sekedar pada Emirsyah satu orang.

Diluar itu, Emirsyah ikut disangka terima suap berbentuk barang dengan keseluruhan nilai USD 2 juta. Beberapa barang itu menyebar di Singapura serta Indonesia. KPK menangkap Emirsyah serta Soetikno jadi terduga tindak pidana pencucian uang.

Mengenai Hadinoto disangka terima suap lewat Soetikno sejumlah USD 2,3 juta serta 477 ribu euro yang diantar ke rekening kepunyaannya di Singapura.

Di bawah ini sembilan saksi yang dipanggil ini hari:

– Albert Burhan sebagai VP Treasury Management PT Garuda Indonesia 2005-2012 (bekas Direktur Penting Citilink);
-Ardy Protori Doda sebagai Commercial Experts PT Garuda Indonesia (tidak ada);
-Agus Priyanto sebagai bekas Direktur Komersial PT Garuda Indonesia;
-Archirna sebagai bekas Direktur Stategis, Peningkatan Usaha serta Manajeman PT Garuda Indonesia (tidak ada);
-Arya Respati Suryono sebagai bekas Executive VP Services PT Garuda Indonesia;
-Ari Sapari sebagai bekas Direktur Operasional PT Garuda Indonesia (tidak ada);
-Agus Wahjudo sebagai pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia;
-Handrito Harjono sebagai bekas Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia; serta
-Ester Siahaan sebagai bekas pegawai PT Garuda Indonesia.