KPK Check Andi Narogong serta Pengacara untuk Tersangka Markus Nari

KPK Check Andi Narogong serta Pengacara untuk Tersangka Markus Nari

                JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut dua orang saksi untuk di check pada perkara tindak pidana menghambat serta menghadang penyidikan masalah korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP), Rabu (2/8/2017).

Keduanya juga akan di check untuk anggota DPR sekalian politisi Partai Golkar Markus Nari, sebagai tersangka masalah itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, dua saksi yang di check untuk tersangka Markus Nari yaitu pengacara bernama Demberger Panjaitan serta Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong.

Andi Narogong adalah entrepreneur sebagai tersangka di sangkaan korupsi pengadaan project e-KTP.

Baca Juga : Pengakuan Bobotoh yang Ikut Mengeroyok Ricko Andrean

” Keduanya di check jadi saksi untuk tersangka MN, ” kata Febri, waktu di konfirmasi, Rabu.

Markus Nari terlebih dulu disangka merubah Irman serta Sugiharto, yang disebut dua terdakwa dalam masalah sangkaan korupsi berkaitan pengadaan e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta. Irman serta Sugiharto telah divonis pada masalah ini.

Diluar itu, Markus juga disangka merubah anggota DPR Miryam S Haryani tidak untuk memberi info yang sesungguhnya waktu bersaksi di pengadilan.

KPK telah menggeledah tempat tinggal pribadi punya Markus di daerah Pancoran, Jakarta Selatan serta tempat tinggal dinasnya di Kompleks Perumahan Anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.

Dari dua tempat itu, penyidik temukan kopi berkas berita acara kontrol (BAP) atas nama Markus Nari serta hp, dan USB. Beberapa barang itu lalu diambil alih jadi tanda bukti.

Markus Nari yang disebut anggota Komisi II DPR yang dimaksud terima uang sekitaran Rp 4 miliar waktu pengadaan e-KTP berjalan.

Tetapi, Markus menyanggah hal tersebut waktu memberi info jadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Atas tindakannya, Markus diduga tidak mematuhi Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti dirubah dalam UU Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diluar itu, Markus Nari juga diputuskan KPK jadi tersangka baru masalah korupsi pengadaan e-KTP. Markus disangka bertindak dalam memuluskan kajian serta menambahkan anggara e-KTP.

Support by : kompas.com