KPK Dalami Peran Mantan Sekretaris MA Nurhadi Terkait Kasus Eddy Sindoro

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sudah mengecek bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman.

Dia dicheck menjadi saksi untuk terduga bekas pejabat Lippo Grup Eddy Sindoro dalam masalah pendapat suap berkaitan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, KPK memahami fakta-fakta yang muncul dalam persidangan awal mulanya berkaitan masalah yang menyertakan panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution itu.

“Peran-peran Nurhadi didalami penyidik dalam pengurusan masalah yang berkaitan Lippo Grup di pengadilan dalam kemampuan Nurhadi waktu itu menjadi Sekretaris MA,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Diluar itu, kata Febri, KPK ikut memahami pengetahuan serta rekanan Nurhadi dengan Eddy Sindoro dalam proses pengurusan masalah di pengadilan.

“Dalam masalah ini KPK memahami pendapat suap berkaitan dengan proses masalah di pengadilan. Dalam masalah ini kami sangka ada hubungan dengan kebutuhan pihak Lippo Grup,” tuturnya.

Masalah ini telah bergulir semenjak tahun 2016. Eddy sendiri telah diputuskan menjadi terduga pada Desember 2016.

Eddy disangka berkaitan dengan penyuapan dalam pengurusan beberapa masalah beberapa perusahaan dibawah Lippo Grup, yang diatasi di PN Jakarta Pusat.

Masalah suap ini bermula dari penangkapan pada pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno serta panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada April 2016.

Pada Agustus 2018, Nurhadi sudah sempat jadi saksi buat terdakwa Doddy Aryanto Supeno.

Nurhadi mengaku jika bekas pejabat Lippo Grup, Eddy Sindoro, sempat memintanya untuk menolong mengatur salah satunya masalah mengajukan PK.

Meskipun begitu, Nurhadi mengatakan tidak bisa mengingat masalah apakah yang dimintakan oleh Eddy Sindoro.

Menurut Nurhadi, seingat ia masalah yang disebut Eddy berkaitan PK salah satunya pihak ke MA. Mengajukan PK dikerjakan di PN Jakarta Pusat.

Baca Juga : Raja Salman Lakukan Tur Dalam Negeri Pertama Sejak Naik Takhta

Sesudah mendapatkan aduan dari Eddy Sindoro, Nurhadi lalu mengontak panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Nurhadi minta supaya berkas masalah sesuai dengan yang disuruh Eddy Sindoro, selekasnya diantar ke MA.

“Memang, jadi Sekretaris MA, saya miliki kewenangan serta tanggung jawab pada perangkat, untuk hindari aduan atau pengaduan, berikut yang kami kerjakan,” kata Nurhadi waktu jadi saksi.