KPK Identifikasi Aset Novanto Terkait Uang Pengganti

JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengutarakan, Unit Kerja Pencarian Asset, Pengelolaan Barang Bukti serta Eksekusi (Labuksi) KPK tengah mengidentifikasi asset punya bekas Ketua DPR Setya Novanto.

Hal tersebut dikerjakan untuk kebutuhan pembayaran uang alternatif masalah korupsi project KTP elektronik (e-KTP).

“Pemetaankan telah kami kerjakan, tentunya jadi lebih baik jika proses uang substitusinya berbentuk asset yang tak perlu lelang selanjutnya,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Febri menyampaikan, selama ini bekas Ketua Umum Partai Golkar itu kooperatif untuk membayar uang alternatif.

“Dalam konteks ini hari terpidana mengatakan mampu membayar serta akan berlaku kooperatif serta akan mencicil dengan setahap itu yang kami fasilitasi,” papar Febri.

“Dan kami berharap tak perlu kelamaan (membayar uang alternatif) jika memang benar ada niat baik untuk kooperatif,” sambung Febri.

KPK, kata Febri, selama ini sudah terima pembayaran uang alternatif dari Novanto sekitar 3x.

Pertama sebesar Rp 5 miliar saat melakukan proses persidangan.

Lantas, 100 ribu Dollar Amerika Serikat pada bulan Juni kemarin.

Paling akhir, pada Kamis (13/9/2018), bekas bendahara Partai Golkar ini membayar uang alternatif sejumlah Rp 1,1 miliar lewat pemindahbukuan dari rekening bekas bendahara Partai Golkar ini di Bank Mandiri ke rekening KPK.

Novanto dapat dibuktikan lakukan korupsi project e-KTP tahun biaya 2011-2013. Bekas Ketua DPR ini divonis 15 tahun penjara serta membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca Juga : SBY-Prabowo Bertemu, Ini yang Dibicarakan

Ia juga diharuskan membayar uang alternatif 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang sudah diberikan pada penyidik. Bila memakai kurs rupiah tahun 2010, totalnya seputar Rp 66 miliar.

Jika uang itu tidak dibayar sesudah berkekuatan hukum masih, harta bendanya akan diambil alih atau dilelang.