KPU Imbau Elite Politik Tak Provokasi Pendukung

JAKARTA – Komisi Penentuan Umum ( KPU) minta elite politik untuk meredam diri dalam memprovokasi pendukungnya. KPU juga mengharap elit politik tidak membawa pendukungnya menghasut atau menjelekkan salah satunya pasangan calon (paslon) Pemilu 2019.

Imbauan KPU itu, menanggapi plesetan lagu “Potong Bebek Angsa” yang sudah sempat diupload Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, lewat account Twitternya. Plesetan lagu itu banyak diperdebatkan karena dipandang memprovokasi simpatisan.

“Kita harap semua pihak meredam diri, tak perlu memprovokasi beberapa pendukungnya untuk menghasut atau menjelekkan pasangan lainnya,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Ditambah lagi, sekarang ini tingkatan pemilu sudah masuk waktu kampanye, peristiwa ini semestinya dipakai elie politik untuk mengampanyekan misi serta visi pasangan calon, bukan malah memprovokasi.

Beberapa hal yang tidak berkaitan dengan ide pasangan calon, kata Pramono, semestinya dijauhi oleh semua kelompok.

Baca Juga : Trump Ingin Segera Gelar Pertemuan Kedua dengan Kim Jong Un

“Kampanye ini (semestinya) jadi ajang dimana rakyat dikasihkan info seluas luasunya mengenai visi, misi, ide pasangan calon dalam program yang akan diusung ke depan. Prestasinya, latar belakang pendidikannya, tidak ada hubungan masalah rumor sara masalah rumor sara serta info negatif yang tidak berkaitan untuk kampanye ke depan,” papar Pramono.

Hasutan serta penyebaran info yang bermuatan negatif, lanjut Pramobo, tidak berguna buat perubahan demokrasi politik Indonesia.