Lucas Kecewa KPK Tak Hormati Keputusan Hakim Terkait Izin Berobat

JAKARTA – Terdakwa Lucas merasa kecewa dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu menolak menjalankan keputusan majelis hakim terkait permohonan untuk pengobatan ke dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Hal itu diungkapkan Lucas melalui penasihat hukumnya, Aldres Napitupulu menanggapi keputusan jaksa penuntut umum KPK yang menolak terdakwa berobat ke dokter RSPAD.

“Jadi kan, sudah ada resume medis pada RSPAD dan sudah meminta kepada pasien untuk kembali terapi tulang terlihat penyakit yang di derita, sekarang dinilai oleh dokter internal KPK tidak ACC,” kata Aldres di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Menurut Aldres, keputusan pengadilan seharusnya dapat dihormati oleh KPK. ‎Padahal, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sudah menyepakati permohonan yang diajukan Lucas untuk berobat di luar, pada persidangan sebelumnya.

“Tugas penuntut umum KPK itu adalah menjalankan dan melaksanakan putusan atau penetapan hakim, sudah ada penetapan ya jalankan saja kalau memang tidak sependapat lakukan upaya hukum atas penetapan itu bukan berati dia tidak menjalankan,” tuturnya.

Baca Juga : POCHETTINO INGIN HAPUS STIGMA TOTTENHAM YANG HANYA BISA FINIS DI EMPAT BESAR

‎Dokter KPK sendiri tidak sepakat dengan keputusan untuk membawa Lucas berobat ke luar. KPK justru akan memeriksa kesehatan Lucas melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hal itu, tekan Aldres, telah menyalahi prosedur keputusan hakim.

“Jadi, kemarin itu sudah ada penetapan untuk diberikan izin menghadap kepada dokter terhadap kondisi medis yang diderita tapi dinilai ulang oleh penuntut umum bukannya dilaksanakan, padahal penuntut umum tugasnya melaksanakan penetapan hakim,” ujarnya.