Luhut dan Sri Mulyani Tegaskan Acara IMF Tak Gunakan Dana Gempa

LOMBOK BARAT – Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan jika pekerjaan Internasional Monetary Fund (IMF)-Word Bank (WB) di Nusa Dua Bali, 8 sampai 14 Oktober yang akan datang, benar-benar tidak berkaitan dengan dana musibah baik di Lombok ataupun Palu serta Donggala.

Pengakuan itu mereka berikan waktu berkunjung ke korban gempa di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Senin (8/10/2018).

Sri Mulyani minta supaya pihak spesifik tidak mengaduk-aduk perasaan penduduk yang tengah dirundung musibah dengan pengakuan provokatif.

Sri menyampaikan, ada pertanyaan apa dengan IMF-WB di Bali, uangnya habis untuk pekerjaan itu?

“Itu tidak benar-benar, disana Pak Luhut telah mengemukakan biaya telah dikerjakan serta dikerjakan dengan berhati-hati. sedang kos untuk biaya untuk musibah ialah pos sendiri yang kita kelola, menjadi tidak ada serta tidak bisa orang lalu coba mengaduk-aduk perasaan penduduk yang terserang gempa dengan seakan-akan membuat pengakuan provokatif,” kata Sri Mulyani.

“Seakan-akan membuat pengakuan jika kita bikin acara di Bali, serta oleh karenanya uang untuk Lombok habis di Bali, itu benar-benar tidak benar,” tegas Sri kembali.

Baca Juga : Gubernur Maluku: Kita Sangat Terpukul dengan OTT KPK terhadap Kepala Kantor Pajak

Sri Mulyani ikut menyatakan jika pelaksanaan acara IMF di Bali akan tidak habiskan biaya untuk pemulihan Lombok atau Palu. Biaya untuk Lombok masih ada, demikian pula untuk Palu serta Donggala.

Keterangan Luhut serta Sri Mulyani itu untuk menjawab pengakuan beberapa kelompok, termasuk juga anggota DPR RI, Fahri Hamzah, yang memandang pertemuan IMF-WB di Bali itu menjadi pemborosan ataukah tidak tunjukkan penghematan di dalam musibah yang dihadapi penduduk Lombok, Palu serta Donggala.