Makan Malam dengan Pep yang Mengubah Nasib Aguero

Manchester – Kehadiran Pep Guardiola ke Manchester City sempat meneror nasib Sergio Aguero. Tetapi, ada satu peristiwa makan malam yang merubah segala hal.

Guardiola hadir ke City pada musim panas 2016 serta waktu itu Aguero dengan status jadi striker penting. Tetapi, hari esok Aguero malah itu banyak dispekulasikan waktu itu berkaitan style mainnya yang tidak pas dengan Pep.

Ditambah lagi, bertepatan dengan kehadiran Pep, City mengambil Gabriel Jesus yang dijagokan akan meneror tempat Aguero. Tetapi, Aguero menunjukkan perkiraan itu salah besar.

Pada musim pertamanya bersama dengan Pep, Aguero membuat 33 gol serta tujuh assist dari 45 tampilan di semua persaingan. Memang Jesus sempat mengganggu di paruh ke-2 musim, tetapi Aguero masih diakui sebab lawannya itu justru luka.

Baca Juga : Berbatov: Messi atau Ronaldo pun Akan Sulit Bikin Gol di MU

Aguero mengaku pendekatan ala Pep membuat dapat lebih yakin diri serta menyesuaikan dengan style main manajernya itu. Ditambah lagi Pep istimewa mengajaknya makan malam pada Januari 2017 saat Aguero dalam intimidasi Jesus.

“Pep minta saya coba style baru dalam bermain serta saya harus menyesuaikan. Memang tidak gampang tetapi saya tidak punyai pilihan,” tutur Aguero di Daily Mail.

“Permainanku berlainan jauh dari lima tahun pertama di City. Betul-betul transformasi keseluruhan. Kami mengulas beberapa hal saat makan malam,” sambungnya.

“Gagasan itu terus terlambat serta pada akhirnya kami dapat berjumpa , kami mengulas itu sepanjang kira-kira 20 menit. Bekasnya kami bicara masalah hal-hal lain, keluarga, kehidupan biasanya.

Waktu itu Pep minta Aguero jangan hanya nunggu di muka gawang serta harus lebih aktif mendesak musuh, supaya bisa merampas bola. Hasilnya dalam tiga musim pertama Pep, Aguero membuat 103 gol atau rata-rata 30 gol per musim.

Ia berandil besar dalam hadirnya dua gelar Premier League, dua gelar Piala Liga Inggris, serta satu Piala FA.

“Saat Pep hadir, saya dikit kaget dengan intensitasnya, memang belum pernah gampang pahami kemauannya.”

“Saya lihat Pep kelihatannya tetap mendesak Anda. Anda mulai berpikir ‘Saya harus bermain baik’ serta itu cuma membuat desakan semakin besar,” tuturnya.

“Tetapi, saya dapat cepat pahami jika ia memang semacam itu. Pep benar-benar intensif. Ia tidak melepaskanmu dikit juga. Tidak ada hari libur,” tutupnya.