Menhub Tegaskan Tidak Larang Tradisi Balon Udara, tetapi…

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan dianya tak melarang proses kebiasaan orang-orang menyongsong 1 Syawal dengan menerbangkan balon hawa.

Tetapi, ia mengingatkan orang-orang untuk mematuhi ketentuan supaya balon hawa tak membahayakan keselamatan penerbangan.

” Memanglah itu adalah kebiasaan. Bukannya Kementerian Perhubungan melarang, namun berupaya untuk memberi satu ruangan dengan memfasilitasi ini dengan cara segera, ” kata Budi waktu konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Minggu (17/6/2018).

Budi mengungkap, pihaknya lewat AirNav Indonesia mengadakan festival bertopik Java Balloon Festival 2018 di Wonosobo serta Pekalongan, minggu depan.

Lewat festival itu, pemerintah sekalian mau mengemukakan ada ketetapan tehnis dalam menerbangkan balon hingga aman untuk pesawat yang tengah beroperasi di langit Jawa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi waktu konferensi pers tentang larangan balon hawa di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Minggu (17/6/2018).

Mengenai sebagian ketetapan yang disebut yaitu warga yang menerbangkan balon mesti menambatkannya dengan tali atau pemberat agar tak terbang liar. Lalu, tak memakai api atau gas untuk menerbangkan balon itu.

Baca Juga : Ini Rahasia Indonesia di Balik Pencabutan Larangan Terbang Uni Eropa

” Oleh karena itu kami bekerjasama dengan Polda Jawa Tengah, minta tolong Kapolda menegakkan ketentuan itu karenanya ada pada Undang-Undang, ” papar Budi.

Ketentuan yang disebut yaitu Undang-Undang Nomer 1 Th. 2009 perihal Penerbangan. Ketetapan tehnis untuk aktivitas menerbangkan balon hawa juga ditata selanjutnya dalam Ketentuan Menteri Perhubungan Nomer 40 Th. 2018.