Menurut PKB serta Nasdem, Sangat Berisiko bila Cawapres Jokowi dari Non Partai

Menurut PKB serta Nasdem, Sangat Berisiko bila Cawapres Jokowi dari Non Partai

            JAKARTA, Wacana calon wapres pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019 selalu mengemuka.

Satu diantaranya, peluang Jokowi pilih cawapres profesional non partai.

Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menilainya, butuh pertimbangan masak sebelumnya Jokowi mengambil keputusan untuk menggandeng tokoh non partai pada Pilpres 2019.

” Menurut saya, sangat berisiko ambil profesional yang dipersepsikan (dari non partai). Bukanlah kami menginginkan jual orang partai, ” tutur Karding, dalam acara diskusi Beberapa Syndicate, di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Menurutnya, berdasar pada pengalaman Pilpres 2009, waktu SBY menggadeng profesional non partai, Boediono jadi cawapres, tempat elektabilitas SBY menjangkau angka 70 %.

Baca Juga : KPU Ingatkan Capres Petahana Harus Cuti Waktu Kampanye

Dengan elektabilitas sebesar itu, penentuan tokoh profesional non parpol tidak juga akan banyak merubah pemilih. Waktu itu, SBY kembali dipilih sekali lagi jadi presiden untuk periode ke-2,

Hal seirama juga dilontarkan Sekjen Nasdem Jhonny G Plate. Menurutnya, konstelasi politik telah beralih. Jokowi butuh menimbang dengan masak siapa yang juga akan digandengnya jadi cawapres pada 2019.

Dia tidak sepakat ada dikotomi profesional dengan tokoh dari partai politik. Plate menyebutkan, politisi juga profesional.

” Janganlah seolah-oleh non parpol yaitu profesional serta di parpol amatiran. Ini tidak banar, ” kata dia,

Walau sekian, baik PKB dab Nasdem satu nada untuk menyerahkan ketentuan cawapres pada Jokowi sendiri.

Nama bekas ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberi warna bursa calon wapres di pilpres 2019.

Support by : kompas.com