Ongkos Konstruksi di Jakarta Lebih Murah Ketimbang Singapura

JAKARTA – Turner and Townsend mengeluarkan laporan mengenai biaya konstruksi yang dibutuhkan di sejumlah negara.

Laporan bertajuk International Construction Market Survey 2018 ini mengambil data dari 46 kota di 33 negara.

Berdasarkan laporan ini, Jakarta menempati peringkat ke-39, dengan rerata biaya yang dibutuhkan sebesar 888.9 dollar AS ekuivalen Rp 12,9 juta per meter persegi.

Angka ini lebih murah dibanding dengan kota negara tetangga seperti Kuala Lumpur yang mencatatkan biaya rata-rata sebesar 1.034 dollar AS per meter persegi, dan Singapura yang berada di angka 2.137 dollar AS per meter persegi.

Biaya yang dibutuhkan

Turner and Townsend juga mencatatkan rata-rata upah yang diterima pekerja konstruksi di Jakarta per harinya berjumlah 10,2 dollar AS atau hampir Rp 149.000.

Survei ini disusun berdasarkan biaya konstruksi di enam tipe bangunan yang berbeda, yakni apartemen, perkantoran, gudang, rumah sakit, sekolah, dan shopping center, dengan rincian:

Untuk apartemen, menurut Turner and Townsend, biaya yang harus dikeluarkan rata-rata Rp 8,5 juta hingga Rp 12,5 juta per meter persegi.

Sedangkan biaya konstruksi untuk townhouse berada di angka Rp 7,5 juta per meter persegi. Lebih lanjut, biaya pembangunanrumah berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 12,5 juta.

Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk perkantoran sebesar Rp 8,5 juta, dan untuk kompleks Central Business District membutuhkan biaya konstruksi mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 12,5 juta per meter persegi.

Apartemen Le Parc Thamrin Nine, Jakarta Pusat.

Sedangkan dana yang harus dikeluarkan untuk membangun gudang berkisar antara Rp 6,5 juta sampai Rp 10 juta per meter persegi.

Kemudian bangunan gudang berteknologi tinggi membutuhkan rata-rata biaya hingga Rp 12,5 juta untuk satu meter perseginya.

Bangunan rumah sakit membutuhkan budget Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, tergantung dari jenis dan tipe rumah sakit yang akan dibangun.

Pembangunan hotel menelan biaya yang lebih variatif. Untuk hotel bintang tiga, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 12 juta, dan Rp 20 juta per meter persegi untuk hotel bintang lima.

Baca Juga : Rayakan HUT RI, Gubernur Sulut Serahkan Remisi Kepada 587 Napi

Sementara pembangunan resort menelan dana hingga Rp 25 juta per satu meter persegi.

Berdasarkan survei, pengembang membutuhkan anggaran sebesar Rp 8 juta pr meter persegi untuk membangun sekolah. Di tingkat universitas, biaya yang dibutuhkan sejumlah Rp 10,5 juta.

Di tingkat pusat perbelanjaan, dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp 9 juta untuk mal, dan Rp 7 juta per meter persegi untuk membangun supermarket.