Pasca-gempa Bumi, 874 Warga Lembata Masih Mengungsi

Pasca-gempa Bumi, 874 Warga Lembata Masih Mengungsi

           KUPANG,  Sebanyak 874 warga Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada di sejumlah tempat pengungsian, pasca- gempa bumi yang mengguncang wilayah itu dua pekan lalu.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, jumlah awal pengungsi beberapa hari setelah gempa bumi, mencapai 2.107 orang, namun sebagian besar telah kembali ke rumah mereka.

“Yang sudah kembali ke desa atau rumah mereka yakni sebanyak 1.233 orang. Sedangkan yang masih mengungsi yakni 874 orang,” kata Thomas kepada Kompas.com, Sabtu (21/10/2017) malam.

Thomas merinci, warga yang masih mengungsi tersebut yakni berasal dari Desa Lamagute sebanyak 351 orang (338 orang di Lewoleba, 13 di desa tetangga).

Baca Juga : Menteri Susi Bakal Tenggelamkan 90 Kapal

Selanjutnya, di Desa Waimatan sebanyak 439 orang (184 orang di rumah jabatan bupati, 92 orang di rumah keluarga dan 163 orang di desa tetangga).

“Sedangkan di Dusun 1, Desa Lamawara sebanyak 84 orang di Waipukang sekitar kantor camat Ile Ape,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat kali gempa bumi mengguncang Lembata pada Selasa (10/10/2017) dan satu kali gempa pada Rabu (11/10/2017).

Akibatnya, batu berukuran besar menghancurkan rumah warga dan memenuhi sebagian badan jalan raya di sejumlah titik di wilayah itu.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, rumah warga yang rusak akibat tertimpa bebatuan. Ada juga yang retak karena guncangan gempa.

“Hampir semua desa di lereng Gunung Ile Lewotolok beberapa rumah warga terkena batu. Saat ini masih dilakukan pendataan lagi,” ucapnya kepada Kompas.com, Selasa malam.

Support by : kompas.com