Pedagang Keluhkan Harga Bawang Putih yang Mahal

Pedagang Keluhkan Harga Bawang Putih yang Mahal

     Jakarta – Sekarang ini bawang putih jadi komoditas pangan yang paling mengambil alih perhatian pemerintah. Karena, harga bawang putih di pasar telah menyentuh Rp 60 ribu per kg (kg).

Satu diantara pedagang sayur mayur di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Marjini (56), mengungkap harga bawang putih naik Rp 20 ribu dalam kurun saat dua bln. jadi Rp 60 ribu per kg di banding terlebih dulu yang di jual seharga Rp 40 ribu per kg. Sedang bawang putih umum, bukanlah cutting, di jual Rp 50 ribu per kg.

” Bawang putih cutting saat ini harga nya Rp 60 ribu per kg, naik dari mulanya Rp 40 ribu. Bawang putih umum Rp 50 ribu per kg, naik juga dari Rp 36 ribu per kg, ” kata dia waktu terlibat perbincangan dengan Liputan6. com di Pasar Grogol, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Marjini mengeluhkan mahalnya harga bawang putih yang telah naik jauh-jauh hari sebelumnya puasa. Menurut perempuan asal Semarang ini, kenaikan harga bawang putih ini baru pertama kalinya. Walau sebenarnya di periode bebrapa th. terlebih dulu, bawang putih senantiasa ada di harga normal Rp 28 ribu-Rp 30 ribu tiap-tiap kg.

” Baru kesempatan ini nih naik. Wong belum puasa saja telah naik tinggi. Seumur-umur baru ini bawang putih naik, ” tutur Marjini sambil melayani konsumen.

Marjini tak tahu argumen persis harga bawang putih melejit. Tetapi dari analisisnya, harga bawang putih yang naik di nyaris semua pasar, memberikan indikasi kalau supply komoditi ini menyusut. Bukanlah saja berlangsung di pasar tradisional kecil, namun juga di pasar induk.

” Barangnya memanglah tak ada, maka dari itu di pasar yang lain harga bawang juga tinggi. Dapat pula tuh permainan tengkulak. Bila kita kan pedagang kecil sulit ingin main-main, ” tutur Marjini.

Dia merekomendasikan agar pemerintah mengambil aksi cepat dengan menggelontorkan stock bawang putih ke pasar dalam rencana stabilisasi harga. Bila tak, harga bawang putih selalu bergerak naik bersamaan dengan peristiwa puasa serta Lebaran.

Baca Juga : Komnas HAM Dinilai Alami Degradasi Kredibilitas

” Rakyat telah menjerit dengan kenaikan harga-harga, termasuk juga bawang putih. Jadi pemerintah selekasnya memperbanyak supply serta harga di turunkan. Sia-sia bila barang banyak, harga nya tinggi karna ada permainan, ” Marjini mengharapkan.

Bukanlah Marjini saja yang menanggung derita akibat kenaikan harga bawang putih. ‎Sebelumnya pedagang sayur mayur lain di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ade (33) juga mengeluhkan hal yang sama.

Kata Ade, harga bawang putih mendekati puasa umumnya bergerak stabil. Tetapi th. ini tidak sama. ” Umumnya mah harga bawang putih standard meskipun ingin puasa, namun hanya th. ini saja nih yang naik, ” kata Ade.

‎Selain bawang putih, bahan pangan lain yang turut terkerek naik mendekati puasa di Pasar Grogol, yakni bawang merah. Harga bawang merah naik Rp 5 ribu per kg dari Rp 30 ribu per kg, jadi Rp 35 ribu tiap-tiap kilogramnya. Lalu cabai keriting merah harga nya naik jadi Rp 40 ribu per kg.

Sedang harga cabai rawit merah mulai sejak semalam bergerak turun dari mulanya Rp 60 ribu jadi Rp 50 ribu per Kg. Cabai rawit hijau terpantau stabil di harga Rp 25 ribu per Kg, serta cabai merah ataupun hijau besar semasing Rp 40 ribu per Kg.

” ‎Ini kan masih tetap 10 harian lagi puasa, harga umumnya bergerak naik cukup penting tiga hari mendekati puasa. Jadi saya mengharapkan ke pemerintah selekasnya stabilkan harga agar lebih terjangkau orang-orang serta keinginan tinggi lagi, ” tutur Marjini.

Support by : liputan6.com