Pemerintah Merencanakan Turunkan Tarif Tol

Pemerintah Merencanakan Turunkan Tarif Tol

           JAKARTA, Pemerintah merencanakan turunkan tarif 16 ruas jalan tol yang berada di Indonesia.

Ketentuan Presiden (Perpres) juga akan di keluarkan jadi payung hukum kebijakan itu.

” Benar, kami buat pilihan penurunan tarif (jalan tol), ” tutur Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Kamis (22/3/2018).

” Mesti ada Perpresnya dahulu jika ini serta ini di (tengah dikaji) Menteri Keuangan, ” lanjut Basuki.

Kebijakan itu bermula dari yang dirasakan beberapa sopir pengangkut logistik, terlebih yang beroperasi di Pulau Jawa serta Pulau Sumatera.

Menurut mereka, tarif tol di ke-2 pulau itu sangat tinggi.

Misalnya, ruas jalan tol yang dibuat dalam kurun saat masa 1980-an sampai 2000, tarifnya Rp 212 sampai Rp 416 per km..

Ruas tol yang dibuat dalam kurun saat 2000 sampai 2010, tarifnya Rp 709 per km..

Sesaat, ruas tol yang dibuat dalam kurun saat th. 2015 sampai sekarang ini, tarifnya Rp 750 sampai Rp 1. 500 per km..

” Ini yang dimaksud mahal, ” kata Basuki.

Yang dirasakan tentang tingginya tarif ruas tol ini pada akhirnya hingga pada Presiden Joko Widodo. Presiden lalu menyebut beberapa menteri berkaitan untuk mencarikan jalan keluar.

Baca Juga : Pesan Dubes Korea Selatan untuk Project LRT Kelapa Gading-Velodrome

Satu diantara cara untuk turunkan tarif jalan tol, yaitu dengan menaikkan masa konsesinya.

Umpamanya, pemerintah usai membuat ruas tol. Bila umumnya pengelolaan jalan tol diserahkan ke swasta untuk periode waktu (konsesi) 35 th., saat ini masa konsesinya ditambah jadi 50 th..

Dengan hal tersebut, pengelola jalan tol tidaklah terlalu membanderol harga tinggi hingga orang-orang juga tidaklah terlalu terbebani.

” Jadi, umpamanya ada yang tarif tol turun dari Rp 57. 000 jadi Rp 48. 000. Ada pula dari tarif yang awal Rp 115. 000 atau Rp 144. 000, turun jadi Rp 96. 000, ” tutur Basuki.

Spesial ruas tol di Pulau Sumatera, Basuki mengaku, pemerintah alami kesusahan untuk mencari pihak swasta yang menginginkan mengelolanya.

Pemerintah cemas bila ada swasta yang akan mengelola jalan tol itu membanderol harga tinggi.

Pemerintah juga merencanakan mengaplikasikan kemudahan pajak berbentuk ‘tax holiday’ untuk perusahaan swasta yang tertarik memegang konsesi ruas tol di Pulau Sumatera.

Keinginannya, swasta akan tidak membanderol harga tinggi untuk pemakai jalan tol.

” Tax holiday ini dapat turunkan harga (tarif ruas tol) sampai Rp 125 per km.. Ini spesial untuk ruas tol yang baru ya. Ini ya sangatlah banyak ya turunnya bila demikian, begitu banyak ya, ” tutur Basuki.

Saat di tanya kapan Perpres penurunan tarif tol ini juga akan keluar, Basuki belum juga ketahuinya. Ia memprediksi, Perpres juga akan keluar sebelumnya Lebaran hingga memberi faedah untuk pemudik.

Support by : kompas.com