Penjelasan Kemenhub Terkait Penumpang LRT Palembang yang Tertahan 1 Jam

PALEMBANG – Kendala teknis berupa lepasnya kabal Current Collector Device (CCD) yang ada di bawah kereta bagian sebelah kiri, menyebabkan Light Rail Transit (LRT) tidak bisa berjalan.

Hal ini sempat membuat para penumpang yang ada di dalam LRT tertahan sekitar satu jam.

Direktur Jenderal Perkeretaapian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri menjelaskan, para penumpang dilarang keluar kereta lantaran ketika itu kondisi rel masih teraliri listrik.

Sementara, kabal CCD yang terlepas di bagian sebelah kiri akibat tikungan itu terlepas. Sedangkan kabal CCD bagian kanan masih dalam kondisi menempel, hingga dapat menyebabkan sengatan listrik jika dilewati.

“Sehingga, kami memastikan seluruh aliran listrik dalam kondisi off terlebih dahulu,” kata Zulfikri di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/8/2018).

“Memang sempat warga panik, karena kepanasan akibat AC mati. Namun, setelah dipastikan aliran listrik keluar, penumpang dievakuasi melalui walkway,” tambahnya.

Dia melanjutkan, mekanisme penumpang pun memiliki beberapa tahapan. Seperti evakuasi melalui jalur rel (walkway) ataupun penarikan kereta menggunakan rangkaian lain, ketika mengalami mati mesin.

“SOP-nya ada dua evakuasi dengan jalur rel atau ditarik kereta lain. Tapi yang kemarin digunakan evakuasi dengan walkway menuju stasiun terdekat,” ujarnya.

Pemerintah, menurut Zulfikri, memberikan jaminan keselamatan kepada para penumpang moda transportasi. Keselamatan para penumpang menjadi prioritas utama, terlebih ketika LRT mogok.

“Jaminan apakah LRT tidak mogok lagi? yang pasti pemerintah menjamin keselamatan penumpang. Soal LRT kita masih evaluasi terus dan dibahas dengan seluruh stakeholder terkait,” ungkap dia.

Baca Juga : Hasil Liga Inggris, Liverpool Menang 4-0 atas West Ham

Kereta LRT Palembang sebelumnya mogok di sekitar kawasan Jakabaring, ketika kereta baru keluar dari stasiun DJKA, sekitar pukul 16.30WIB.

Akibatnya ratusan penumpang yang ada di dalam gerbong tertahan dan tak bisa keluar selama satu jam. Pukul 19.00 WIB, kereta berhasil diperbaiki dan kembali beroperasi.