Pesan Gus Sholah dan Kapolda Jatim Jelang Pilpres 2019

JOMBANG – Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid, minta beberapa elite politik serta semua komponen bangsa Indonesia dapat meredam diri, dan mengawasi mulut serta jarinya.

Menurutnya, di dalam keadaan politik mendekati Pemilu 2019 yang semakin memanas, pengakuan atau ungkapan yang dapat memancing emosi mesti dijauhi.

Hal tersebut dikatakan Gus Sholah, sapaan akrabnya, waktu pembukaan seminar nasional “Aktualisasi Resolusi Jihad untuk Persatuan Bangsa Ke arah Pemilu Damai” di Pesantren Tebuireng, Minggu (11/11/2018).

“Kita semua mengharap, dapat mengawasi diri kita semua, terpenting beberapa simpatisan kedua pihak yang perlu dapat mengawasi lisannya serta mengawasi jarinya, agar tidak jadi huruf-huruf serta kalimat yang dapat memancing emosi,” kata Gus Sholah.

Selain itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan minta penduduk tidak gampang dipengaruhi dengan peredaran info hoax sosial media yang dapat mengakibatkan kerusakan situasi mendekati Pemilu 2019.

Dia memperingatkan supaya semua komponen bangsa menyatu serta merapatkan barisan untuk menahan beberapa keadaan tidak aman yang mungkin berlangsung.

Ditambah lagi, kata Luki, akhir-akhir ini peredaran info hoax lewat sosial media begitu ramai serta efeknya begitu mengagumkan.

Content hoax yang tersebar, katanya, beberapa salah satunya terindikasi mempunyai arah untuk memecah iris bangsa Indonesia.

Luki menuturkan, Kepolisian mengapresiasi serta memberi dukungan tiap-tiap pekerjaan yang mempunyai tujuan mendinginkan situasi mendekati Pemilu.

Diantaranya, seperti yang dikerjakan oleh Pesantren Tebuireng Jombang, Minggu (11/11/2018).

“Ini untuk menahan, mengawasi, untuk ajak rakyat Indonesia merapatkan diri serta tidak ikutan dipengaruhi oleh berita-berita (hoax) yang sekarang ini sangatlah mengagumkan ingin memecah iris lewat sosial media,” kata Luki.

Luki mengharap, forum-forum seperti ini pula dikerjakan di pesantren lainnya atau grup penduduk yang lain.

Seminar Nasional bertopik “Aktualisasi Resolusi Jihad untuk Persatuan Bangsa Ke arah Pemilu Damai” di Pesantren Tebuireng Jombang, diselenggarakan oleh Pusat Analisis Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng.

Acara itu mendatangkan Ketua Pusat Studi Islam serta Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Yudi Latif, Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Semua Indonesia (IPIM), KH Ahmad Zahro, dan anggota KPU Jawa timur, Gogot Cahyo Baskoro, menjadi pembicara .

Baca Juga : Sudah Pulih, Ter Stegen Tampil Lawan Real Betis

Ketua Umum IPIM, KH. Ahmad Zahro, dalam peluang itu ajak beberapa santri serta semua komponen umat Islam tidak untuk ‘alergi’ dengan pekerjaan politik.

Keterkaitan dalam politik adalah bentuk kepedulian pada agama serta negara.

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu ikut ajak beberapa santri serta semua komponen bangsa masih tenang serta tidak larut dalam kegaduhan yang seringkali muncul waktu masuk tahun politik.