Pilkada Serentak 27 Juni, Ketua MPR: Aparat Harus Netral

Ketua MPR, Zulkifli Hasan berjumpa dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk bertukar fikiran hadapi Pilkada serentak. Keduanya setuju supaya penyelenggara Pilkada (KPU serta Bawaslu) serta aparat (Apatur Sipil Negara, Polri serta TNI) dapat netral.

Pada 27 Juni, orang-orang bakal memastikan pilihannya untuk gubernur, bupati serta walikota di 171 daerah. Ketua MPR minta penyelenggara Pilkada serentak untuk jujur, adil, serta transparan sesuai sama ketentuan perundangan yang berlaku.

” Banyak beberapa input dari orang-orang untuk utamanya netralitas aparat kita, ” kata Zulkifli selesai pertemuan dengan Prabowo Subianto dirumah dinas Ketua MPR, Senin (25/6/2018). Turut ada dalam pertemuan itu Wakil Ketua MPR ; Ahmad Muzani, anggota DPR/MPR ; Yandri Susanto serta Mulfachri Harahap.

Menurut Zukifli, Kapolri serta Panglima TNI telah menyatakan aparat mesti netral. ” Netralitas aparat ini mesti dikerjakan lantaran polisi kita yaitu polisi Merah Putih, serta TNI kita yaitu TNI Merah Putih. Bukanlah Polri atau TNI calon spesifik, ” tegas Zulkifli.

Zulhasan ; sapaan Zulkifli Hasan juga minta semua aparatur negara untuk netral. ” Supaya Pilkada serentak itu dapat berkwalitas serta legitimate, ” katanya.

Zulhasan kembali menyampaikan kalau dalam Pilkada pilihan bisa tidak sama, namun Merah Putih terus sama. ” Jagalah persatuan serta kesatuan kita, ” tuturnya.

Prabowo Subanto mensupport pernyataan Ketua MPR. ” Saya turut menguatkan imbauan Ketua MPR. Pilkada 27 Juni kelak serta beberapa penentuan setelah itu yaitu bentuk dari demokrasi, ” katanya.

Menurut Prabowo, demokrasi sangat mungkin perubahan pimpinan dengan cara damai dengan azas dapat memimpin dengan izin rakyat. ” Bila memimpin tanpa ada hasrat rakyat jadi tak ada legitimasi, ” tuturnya.

Baca Juga : Pilkada Serentak, Semua Mata Tertuju ke Jawa Barat

Prabowo yakin rakyat tak mungkin saja ditakut-takuti, diintimidasi dengan beberapa cara kekerasan. ” Perubahan pimpinan yaitu hal yang umum, ” katanya.

Prabowo juga mengharapkan deretan kepolisian serta TNI tak membela satu diantara pihak dalam Pilkada serentak itu. ” Adik-adik saya yang aktif di Polri serta TNI, yaitu Bhayangkari negara. Jangan sampai institusi serta instansi yang utama serta memastikan itu jadi pembela satu diantara pihak, ” harapnya.