Polisi Sebut Penual serta Konsumen Miras Oplosan ” Tahu Sama Tahu “

Polisi Sebut Penual serta Konsumen Miras Oplosan " Tahu Sama Tahu "

            JAKARTA, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasiato menyebutkan, penjualan minuman keras oplosan yang memiliki kandungan methanol dikerjakan dengan begitu tertutup. Ada beberapa tempat spesifik dimana cuma kelompok mereka yang tahu untuk memperoleh miras itu.

” Pemakai katakan, ayah akan tidak dapat memperoleh itu ditempat beda. Demikian ayah sweeping di situ tidak ada, ” tutur Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/4/2018).

” Itu tahu sama tahu lah pasarnya, ” lanjut dia.

Terkecuali tempatnya yang eksklusif serta terselubung, penjualnya juga tidak dapat jual ke orang asal-asalan. Setyo menyebutkan, penjual akan tidak memberinya ke polisi karna takut ketahuan.

” Bila untuk miras spesifik kan telah terang, oh ini di warung ini yang diizinkan. Bila ini tahu sama tahu, ” kata Setyo.

Setyo menyebutkan, peluang aktor mengolah miras oplosan dengan methanol dann ethanol karna aspek ekonomi. Dengan jual seharga Rp 10. 000-20. 000 mereka memperoleh keuntungan mengagumkan.

” Sayangnya methanol tidak bisa dikonsumsi. Orang katakan itu ginseng, walau sebenarnya bukanlah, ” kata Setyo.

Korban yang tewas karena miras oplosan selalu jadi bertambah di Jawa Barat serta Jakarta. Di lokasi Jawa Barat, korban tewas karena miras oplosan di Jawa barat jadi 58 orang. Rinciannya yaitu 41 orang di Cicalengka, 7 orang di Kota Bandung, 7 orang di Sukabumi, 2 orang di Cianjur, serta 1 orang di Ciamis.

Baca Juga : Sharing Materi Pornografi, 32 Staf Kedubes AS di Kamboja Dipecat

Sesaat di lokasi hukum Polda Metro Jaya, ada 33 korban wafat. Rinciannya, 10 orang wafat di Jakarta Timur, 8 orang wafat di Jakarta Selatan, 6 orang wafat di Depok, 7 orang wafat di Bekasi Kota, serta 2 orang wafat di Ciputat.

Dengan hal tersebut, keseluruhan korban miras oplosan di Jakarta sampai Jawa Barat yaitu 91 orang.

Terlebih dulu, Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin memerintahkan semuanya jajarannya selekasnya menyelesaikan masalah itu kurun waktu satu bulan. Dia tidak menginginkan ada sekali lagi miras mendekati bln. Ramadan dan sebagainya.

Syafruddin juga memohon semuanya aktor yang ikut serta dihukum maksimum.

” Saya beri tujuan, bln. ini usai. Bln. depan, masuk bln. Ramadhan, tak ada sekali lagi miras yang mengedar di orang-orang semua Indonesia, tidak cuma di Jakarta, ” kata Syafruddin.

Support by : kompas.com