Politikus Golkar Bowo Pangarso Segera Disidang Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi

JAKARTA – Mantan Anggota Komisi VI DPR RI fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso akan segera disidang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi. Hal itu menyusul telah dirampungkannya berkas penyidikan Bowo Sidik Pangarso di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak hanya Bowo, berkas penyidikan pegawai PT Inersia, Indung juga telah dirampungkan oleh KPK. Indung merupakan orang kepercayaan Bowo Pangarso. Berkas keduanya telah dilimpahkan ke tahap penuntutan dan akan segera menjalani persidangan dalam waktu dekat.

“Pelimpahan berkas dan barang bukti atas nama tersangka BSP (Bowo Sidik Pangarso) dan IND (Indung) ke penuntutan atau tahap 2,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

Tim Jaksa penuntut umum pada KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Bowo dan Indung. Nantinya, surat dakwaan tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk disidangkan.

“Rencananya sidang akan dilakukan di PN Jakarta Pusat,” katanya.

Bowo Sidik Pangarso dan Indung dijerat kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran yang menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Baca Juga : QUARTARARO BEBERKAN KUNGGULANNYA DI LINTASAN BALAP

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.