Presiden Sri Lanka: Tak Angkat Telepon dari Saya, Siap-siap Dipecat

KOLOMBO – Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena membetulkan jika pihaknya sudah memecat enam diplomatnya, termasuk juga seseorang duta besar, sebab tidak menjawab panggilan telephone darinya.

Presiden Sirisena menyampaikan jika aksi tegasnya itu dikerjakan menjadi peringatan buat diplomat Sri Lanka yang lain supaya tidak meremehkan panggilan telephone darinya.

Akhir minggu lantas, duta besar Sri Lanka untuk Austria, Priyanee Wijesekera, serta lima staf kedutaan di Wina, sudah dipulangkan ke Kolombo sesudah tidak menjawab panggilan telephone dari presiden.

Pihak kedutaan dilaporkan tidak menjawab telephone dari kantor kepresidenan saat beberapa saat.

Sesudah aksi tegasnya memecat enam diplomat, Presiden Sirisena mengakui mendapatkan masukan dari penduduk.

“Saya mendapatkan serangan yang ganas di sosial media sebab menyebut kembali semua staf kedutaan. Ya, saya lakukan itu untuk kirim pesan yang kuat pada kantor kedutaan yang lainnya,” kata Sirisena dalam pertemuan publik di Kolombo, Senin (17/9/2018).

Sirisena menyampaikan sudah memerintah pemecatan pada Duta Besar Priyanee serta lima stafnya menjadi contoh.

Akan tetapi Sirisena tidak memberi info kenapa dianya menghubungi kedutaan besar di Austria serta kenapa tidak lakukan langkah lainnya untuk menghubungi mereka, seperti lewat Kementerian Luar Negeri.

Kedutaan besar Sri Lanka di Austria juga terakreditasi dengan badan-badan PBB di Wina, seperti kedubes Bosnia serta Herzegovina, Ceko, Serbia, Slovakia, serta Slovenia.

Awal mulanya dikutip AFP, Presiden Sirisena sudah sempat emosi sebab kacang yang diberikan untuk dia waktu menumpang pesawat punya maskapai negara dia anggap tidak wajar dikonsumsi.

Insiden itu dihadapi presiden waktu penerbangan kembali dari Nepal.

Baca Juga : MRT Ditargetkan Jangkau 5 Wilayah DKI Jakarta pada 2024

“Waktu penerbangan kembali dari Kathmandu saya diberikan kacang mete di penerbangan Sri Lanka. Tapi kacang itu begitu tidak enak bahkan juga seekor anjing juga akan tidak mengkonsumsinya,” katanya pada Senin (10/9/2018) awal minggu kemarin.

Aduan presiden itu langsung disikapi pihak maskapai penerbangan yang akan ganti stock kacang mete yang diberikan untuk penerbangan di kelas usaha, dan ganti pemasoknya yang dimaksud dari Dubai.