Pusat Perbelanjaan di Filipina Terbakar, Puluhan Orang Terjebak

Pusat Perbelanjaan di Filipina Terbakar, Puluhan Orang Terjebak

           MANILA, Kebakaran menempa satu pusat perbelanjaan di kota Davao, Filipina, Sabtu (23/12/2017). Jumlah korban tewas di kuatirkan menjangkau beberapa puluh.

Gedung empat lantai itu juga jadi tempat kantor pusat panggilan punya perusahaan AS yang beroperasi 24 jam. Disangka beberapa staf yang tengah bekerja tidak bisa menyelamatkan diri waktu kebakaran berlangsung.

Di sampaikan Wali Kota Davao, Sara Duterte, pihak pemadam kebakaran sudah memberikan laporan kemungkinan kecil ada korban selamat dari beberapa orang yang terjerat didalam gedung.

” Pemadam kebakaran menilainya akan tidak ada yang dapat bertahan dalam suhu panas dan asap tidak tipis yang dibuat dari kebakaran itu, ” kata putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte itu.

Baca Juga : PILOT BATAL TERBANG KARENA DIDUGA PAKAI NARKOBA, INI KATA CITILINK

Ditulis dari AFP, kebakaran berawal pada Sabtu (23/12/2017) pagi di Mal NCCC itu, menyebabkan asap yang membumbung tinggi di langit kota.

Kebakaran itu menaikkan duka Filipina yang tengah dirundung bencana banjir dengan korban tewas sudah menjangkau 200 jiwa.

Presiden Duterte, yang meninjau tempat kebakaran yang berlangsung di kampung halamannya itu, coba memperkuat hati beberapa keluarga korban serta menyebutkan untuk bersiap juga akan peluang terburuk.

Jimmy Quimsing, yang anaknya bekerja di pusat panggilan di lantai empat mal yang terbakar itu berupaya tabah.

” Dia (Presiden Duterte) menyebutkan pada kami peluangnya 0 untuk ada korban yang selamat, ” katanya pada AFP.

Kepala Pemadam Kebakaran Davao, Honeyfritz Alagano menyebutkan, api peluang keluar dari percikan di lantai tiga mal yang mempunyai sisi furniture.

Dia juga menyebutkan peluang korban yaitu staf yang terjerat di lantai empat

” Bangunan mal ini yaitu ruangan tertutup tanpa ada ventilasi. Saat petugas pemadam kebakaran coba masuk, mereka terdorong oleh asap serta api, ” tuturnya.

Kebakaran besar yang menyebabkan banyak korban jiwa sering berlangsung di Filipina, terlebih di lokasi kumuh dimana nyaris tak ada standard keselamatan kebakaran.

Support by : kompas.com