Respons Kubu Prabowo-Sandiaga terhadap Putusan Bawaslu Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

JAKARTA – Wakil Ketua Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso mengakui tidak terperanjat dengan putusan Tubuh Pengawas Pemilu ( Bawaslu) yang mengatakan tidak ada pelanggaran kampanye yang dikerjakan team Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkaitan penyebaran hoax Ratna Sarumpaet.

“Putusan Bawaslu itu telah kami sangka. Sampai kini kan seakan-akan dilihat ada skenario dari Pak Prabowo, tetapi nyatanya kan kebenaran itu akan tersingkap ikut,” tutur Priyo pada Kompas.com, Jumat (26/10/2018).

Menurut Priyo, Prabowo-Sandiaga adalah korban dari masalah Hoax Ratna Sarumpaet.

Dia menjelaskan, yang dikerjakan Prabowo ingin membela Ratna yang mengakui dianiaya. Namun, nyatanya pernyataan Ratna tidak benar.

“Kami yakini semenjak awal, sebab kami juga dalam tempat jadi korban. Walau sebenarnya kami miliki kemauan baik untuk membela seorang,” kata Sekjen Partai Berkarya itu.

Pasca-putusan Bawaslu, Priyo mengharap masalah hoax Ratna Sarumpaet tidak jadikan komoditas politik untuk turunkan kepopuleran pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Kami mengharap saat putusan Bawaslu masalah Ratna tidak jadi komoditas politik. Kebanyakan orang tahu jika Pak Prabowo dalam tempat korban ikut,” tutur Priyo.

Awal mulanya, Bawaslu akan memutuskan tidak ada pelanggaran kampanye yang dikerjakan team kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, berkaitan dengan penyebaran hoax Ratna Sarumpaet.

Sesudah lakukan rangkaian kontrol, Bawaslu ambil rangkuman jika aksi Ratna Sarumpaet sebarkan hoax bukan sisi dari kampanye hitam, hingga mematuhi Undang-Undang nomer 7 tahun 2017 mengenai Pemilu.

“Itu bukan kampanye. Jadi sudah kami tekuni tanda bukti yang diikutkan lalu pelajari isi laporan dari pelapor dan dengarkan info dari KPU memang dapat dibuktikan tidak ada pelanggaran pemilu. Jadi momen itu tidak ada hubungannya dengan pelanggaran pemilu,” kata Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo waktu di konfirmasi lewat telephone selularnya, Kamis (25/10/2018).

“Berarti momen tindakan Ratna Sarumpaet itu lalu ikut konpers yang dikerjakan oleh team kampanye 02 itu sesudah kami tekuni ikut mengkaitkan dengan klarifikasi, itu tidak ada, tidak diketemukan pelanggaran pemilu,” lanjut ia.

Sebelum memutuskan, Bawaslu mengecek pihak pelapor, saksi, serta beberapa bukti. Kontrol ikut dikerjakan oleh pihak kepolisian serta kejaksaan menjadi sisi dari Sentral Gakkumdu.

Baca Juga : Fernando Alonso Ungkap Sisi Negatif Jika Terus Bertahan di F1

Pakar yang diminta opini ialah Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU).

Sesaat bukti yang dicheck, adalah rekaman pengakuan team kampanye Prabowo-Sandiaga serta Ratna Sarumpaet berkaitan penyebaran hoax.

Walau tidak mengecek pihak terlapor, Ratna Dewi menjelaskan, pihaknya masih bisa ambil rangkuman.