Saat di Rutan KPK, Auditor BPK Minta Penyuapnya Mengaku Jual-Beli Harley Davidson

JAKARTA – Terdakwa Sigit Yugoharto yang disebut Auditor Madya pada Sub-Auditorat VII B2 Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat memohon penyuapnya yaitu General Manager PT Layanan Marga cabang Purbaleunyi, Setia Budi, untuk merekayasa kenyataan.

Hal tersebut disebutkan majelis hakim waktu membacakan pertimbangan putusan pada Sigit di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Menurut hakim, dalam step penyidikan, Sigit sempat berjumpa dengan Setia Budi waktu keduanya selesai melakukan beribadah shalat di Tempat tinggal Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

” Waktu itu, Terdakwa (Sigit) menyebutkan, ‘Mas, kita ini bersaudara. Kelak rencananya jual-beli ya Mas’, ” kata anggota majelis hakim.

Menurut hakim, dalam info di persidangan, Setia Budi menyebutkan kalau yang ia mengerti yaitu keinginan supaya dia tidak mengungkap kenyataan sesungguhnya pada penyidik KPK.

Menurut Setia Budi, Sigit mengharapkan supaya ia mengakui kalau pemberian motor Harley Davidson jadi jual beli.

Walau sebenarnya, pemberian motor besar itu berkaitan temuan sesaat Tim Pemeriksa BPK atas kontrol dengan maksud spesifik pada pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian cost serta aktivitas investasi PT Layanan Marga th. 2015-2016.

Baca Juga : Stasiun Bogor Diprediksi Jadi Stasiun Terpadat Selama Libur Lebaran

Mengenai, Sigit adalah ketua tim dalam kontrol itu.

Majelis hakim menyebutkan Sigit dapat dibuktikan terima hadiah berbentuk motor Harley Davidson serta sekian kali terima sarana hiburan malam. Sigit divonis 6 th. penjara serta denda Rp 250 juta subsider 3 bln. kurungan.

Jaksa menuntut dua th. penjara sesudah GM PT Layanan Marga Cabang Purbalenyi, Setia Budi, menghadiahkan motor gede Harley Davidson pada auditor BPK.