Saham Bank Turun karna Rekening Dapat Diintip, Ini Kata Pemerintah

Saham Bank Turun karna Rekening Dapat Diintip, Ini Kata Pemerintah

JAKARTA, Pemerintah buka suaranya ihwal turunnya saham perbankan akibat Penerbitkan Ketentuan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Th. 2017 mengenai akses info keuangan.

Lewat ketentuan ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mempunyai keleluasaan untuk terhubung info keuangan nasabah yang disebut harus pajak.

” Ah janganlah dikira serius (berita itu), ” tutur Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Menurut dia, jikalau benar pelaku pasar melepas sahamnya karna ketentuan baru pemerintah itu, jadi hal semacam itu akibatnya karena ketidakpahaman. Sebab beragam negara telah mengaplikasikan ketentuan sama.

Ia menjelaskan, Perppu Nomor 1 Th. 2017 mengenai akses info keuangan mempunyai tujuan untuk kebutuhan perpajakan serta penuhi ketentuan ikuti standard kebijakan internasional berkaitan Automatic Exchange of Information (AEoI).

Baca Juga : Chelsea Unggul Tipis atas Watford

” Tidak, itu jikalau benar ada (investor terlepas saham), itu orang tidak ngerti saja. Di Singapura juga sama, ” kata Darmin.

Terlebih dulu, pada perdagangan di lantai bursa pagi tadi, saham sebagian emiten perbankan terpantau turun. Emiten yang dipengaruhi yaitu yang paling banyak menyimpan dana dari program pengampunan pajak (tax amnesty).

Pandangan Analis

Analis Investa Anjuran Mandiri Hans Kwee menyebutkan, Perppu Nomor 1 Th. 2017 memberi efek untuk perbankan. Ini terutama berkaitan nasabah dengan dana besar dengan kata lain high network income (HNI).

Pada jam 09. 47 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2, 16 % ke Rp 17. 025 per lembar saham. Disamping itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga turun 1, 04 % ke Rp 11. 850 per lembar saham. Mengenai saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 1, 15 % ke Rp 6. 475 per lembar saham.

Sesaat pada penutupan perdagangan saham jam 16. 00 WIB, bidang perbankan tertekan 0, 7 %. Saham BBNI tertekan -0, 76 %, BBCA turun -2, 59 %, BDMN turun -0, 41 %

Support by : kompas.com