Semrawutnya Kota Tua yang Dipenuhi PKL

Semrawutnya Kota Tua yang Dipenuhi PKL

         JAKARTA, Di hari libur paling akhir th. baru 2018, orang-orang bersama-sama berwisata ke Kota Tua, Senin (1/1/2018).

Membeludaknya pengunjung ini automatis buat Kota lokasi Kota Tua semrawut. Diawali dari akses keluar Stasiun Jakarta Kota yang bersebelahan dengan Gedung BNI atau Jalan Lada.

Penumpang kereta kesusahan keluar karna macet waktu jalan kaki. Pedagang kaki lima (PKL) tumpah ruah dari ruang depan stasiun. Pejalan kaki kesusahan menerobos gerobak-gerobak serta lapak pedagang di trotoar ataupun tepi jalan.

Pada akhirnya, pejalan kaki sangat terpaksa jalan di lajur paling kiri. Tetapi lajur tersebut juga masih tetap susah dipakai jalan sebab banyak motor serta mobil yang berupaya menembus kemacetan.

Menyeberang ke bagian sampingnya untuk masuk ke Taman Fatahillah, pedagang jauh semakin banyak sekali lagi.

Tidak cuma penuhi trotoar, pedagang beragam macam kuliner serta aksesori ini hingga tumpah ruah ke jalan, menelan dua ruas jalan. Pejalan kaki bebrapa sekali lagi mesti sama-sama serobot dengan motor untuk memakai jalan.

Untuk pejalan kaki yang tetaplah menginginkan jalan di trotoar, bersiap berhenti setiap dua langkah sebab mesti mencari celah diantara PKL serta pembelinya. Dari tujuh lajur, cuma tiga yang dapat dilintas kendaraan. Bekasnya untuk berjualan PKL.

Baca Juga : BNN MUSNAHKAN 3,5 JUTA BUTIR PIL PCC DI SOLO

Di bagian beda Kota Tua yaitu di Jalan Pintu Besar Utara atau jejeran Museum Bank Mandiri serta Museum Bank Indonesia, jalan raya tidak kalah semrawutnya.

Perjalanan bus transjakarta serta kendaraan yang lain juga terhalang karna mesti bertukaran dengan pejalan kaki yang menginginkan menyeberang.

Di selama trotoar ini, pejalan kaki susah melintas karna PKL penuhi trotoar. Trotoar sekalipun tidak dapat dilintasi sebab beberapa besar dari PKL yang berjualan nasi goreng serta mie ayam ini, mengadakan terpal untuk lesehan pembelinya.

Tidak cuma menyerobot jalur pejalan kaki, aktivitas pedagang ini menyunbang sampah. Limbah beberapa pedagang ini menjejali pojok jalan. Sesaat di jalan, kendaraan sama-sama serobot serta membunyikan klakson tidak henti-henti.

Fahrial, salah seseorang pengunjung dari Tangerang mengeluhkan keadaan ini. Ia menyebutkan semestinya pedagang ditertibkan.

” Bila pedagang satu-dua mungkin saja tidak apa-apa. Tapi bila telah nutupin begini hingga sulit lewat ya tidak dapat lah mesti ditertibkan, ” katanya.

Support by : kompas.com