Setelah Hampir 20 Jam di Gedung KPK, Bupati Bekasi Ditahan

JAKARTA- Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sah jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Selasa (16/10/2018). Neneng ditahan sesudah hampir 20 jam dicheck di Gedung KPK Jakarta.

Neneng Hasanah diamankan oleh petugas KPK pada Senin (15/10/2018) malam. Neneng datang di Gedung KPK seputar jam 23.25 WIB.

Sesudah datang, Neneng langsung melakukan kontrol dengan intens. Politisi Golkar itu baru keluar dari Gedung KPK serta kenakan rompi oranye pada jam 19.46 WIB.

“Ditahan di Rutan KPK saat 20 hari pertama,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam masalah ini, Neneng sebagai bupati serta beberapa kepala dinas di Pemkab Bekasi disangka dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Grup. Sampai sekarang ini, menurut KPK, baru berlangsung penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar.

Advertisment

Pemberian uang itu berkaitan pengurusan perizinan project Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tidak hanya Neneng, KPK ikut mengambil keputusan tiga kepala dinas serta satu petinggi menjadi terduga.

Baca Juga : Begini Rencana Pewarnaan Surat Suara Pemilu 2019

Semasing yaitu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Pengaturan Ruangan Bekasi Jamaluddin serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor. Lalu, Kepala Dinas Penanaman Modal serta Service Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati.

Diluar itu, KPK ikut mengambil keputusan Kepala Bagian Tata Ruangan Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi menjadi terduga.