Si Elang, Mobil Listrik Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Untidar

Si Elang, Mobil Listrik Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Untidar

               MAGELANG,  Namanya Si Elang, mobil listrik ramah lingkungan karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, Jawa Tengah. Elang singkatan dari Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline.

Meski masih dalam bentuk prototype, mobil ini telah menjadi kebanggaan civitas akademika Untidar.

Si Elang lahir dari hasil kerja keras tim solid 14 mahasiswa D3 Teknik Mesin dibantu seorang dosen pembimbing Sigit Joko Purnomo, sejak Februari 2017 lalu.

Mobil yang didominasi warna kuning ciri khas kampus ini memiliki panjang body sekitar 265 cm, tinggi 75 cm, dan berat 106 kilogram. Si Elang memiliki tiga roda; dua di depan dan satu di belakang.

Baca Juga : Dalami Peran Pengembang Reklamasi, KPK Masih Butuh Tambahan Keterangan Saksi

Heru Sai Udin, Ketua Tim Elang, menjelaskan mobil ini bisa bergerak karena ditanam penggerak motor listrik berkekuatan 350 watt.

Sementara otak karya ini terletak pada micro control yang dilindungi kipas pendingin dan alat penyerap panas agar tahan terhadap panas.

“Dengan daya 350 watt, si Elang mampu melesat hingga 40 km per jam dan tahan selama tiga jam untuk kemudian empat baterai diisi ulang,” kata Heru, saat test drive Si Elang di area GOR Samapta Kota Magelang, Jumat (3/11/2017)

Mobil ini terbuat dari bahan besi galvanis dengan dimensi 3×6 dan tebal 1,4 milimeter. Kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass yang bertujuan melindungi keselamatan pengemudi jika terjadi terjadi kecelakaan.

Heru mengatakan, karya ini memang baru prototype dan masih akan terus dikembangkan. Si Elang adalah karya pertama mereka, bahkan juga Untidar.

Karya ini untuk menjawab kebutuhan akan moda transportasi yang bebas polutan di masa yang akan datang.

“Tahun 2016 awal kami membuat konsep dan terus ditekuni hingga membuat beragam komponennya sampai kemudian jadi,” ujarnya

Saat ini Si ELang sedang bersiap mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang diadakan Kemenristek Dikti, di ITS Surabaya, 8 November 2017 mendatang.

Mobil Elang akan berkompetisi bersama 80 tim lainnya dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Menurut Heru, di Surabaya, setiap mobil harus melakoni lima kali race dengan delapan kali putaran per race dalam waktu kurang dari 30 menit. Dia menargetkan Si Elang lolos pemeriksaan, dan race tiap hari.

“Syukur-syukur dapat juara,” tutur Heru.

Support by : kompas.com