Sri Lanka Bantah China Dirikan Pangkalan Militer di Pelabuhannya

COLOMBO – Pemerintah Sri Lanka dengan tegas menyanggah dakwaan AS yang mengklaim jika China peluang sudah membangun satu pangkalan militer di pelabuhan strategis di negaranya.

Dakwaan itu terkait dengan hutang yang dikasihkan Beijing pada Colombo.

Tahun kemarin, pemerintah Sri Lanka sudah mengijinkan Beijing untuk menyewa saat 99 tahun pelabuhannya di perairan laut dalam di Hambantota.

Izin sewa itu sesudah negara kepulauan itu tidak dapat membayar tagihan utang sebesar 1,4 miliar dolar (seputar Rp 21 triliun) pada China.

Pelabuhan yang disebut itu, terdapat di selama rute pelayaran penting serta adalah satu diantara serangkaian project infrastruktur di Asia, Afrika serta Eropa yang didanai dari Belt and Road Initiative milikChina.

Minggu lantas, Wakil Presiden AS Mike Pence menyampaikan, pelabuhan Hambantota peluang bisa menjadi pangkalan militer buat angkatan laut China. Demikian diambil alat AS.

Akan tetapi, kantor Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyampaikan, tidak ada kedatangan militer asing di Hambantota serta Departemen Luar Negeri AS sudah mendapatkan pengarahan.

“Komando Selatan angkata laut kami tengah direlokasi di Hambantota untuk mengatur keamanan pelabuhan,” kata kantor perdana menteri dalam pengakuannya, Senin (8/10/2018).

Wickremesinghe ikut menyampaikan jika Sri Lanka sudah akhiri kesepakatan komersial yang awal mulanya mengijinkan India menggantikan pengendalian bandara Hambantota.

Kesepakatan itu menjadi sisi dari project India yang dibuat dengan utang dari China dibawah bekas presiden Mahinda Rajapakse.

Agustus lantas, AS sudah menginformasikan pemberian dana sebesar 39 juta dolar (seputar Rp 570 miliar) pada Sri Lanka untuk tingkatkan keamanan maritimnya.

Baca Juga : Jokowi Minta Perguruan Tinggi Hapus Fakultas yang Sudah Usang

Saat yang sama, China ikut sudah janji tingkatkan permodalan untuk ekonomi Sri Lanka, termasuk juga berbentuk utang, walau negara itu sudah mempunyai utang yang besar pada Beijing.

Dana Moneter Internasional pada Juni 2016 ikut sudah meminjamkan dana 1,5 miliar dolar pada Sri Lanka serta mengingatkan keharusan berat yang sudah dijamin pemerintahannya.