Tahun Depan, AS Batasi Penerimaan Pengungsi Hanya 30.000 Orang

WASHINGTON – Pemerintahan Donald Trump kembali akan memutus memotong kuota tahunan untuk penerimaan pengungsi untuk tahun ke-2 beruntun.

Washington pada awal minggu lantas menginformasikan cuma akan terima optimal 30.000 pengungsi untuk tahun fiskal mendatang.

Merilis dari AFP, jumlahnya itu kembali turun dari tahun fiskal ini yang akan selesai 30 September yang akan datang, dimana batas maksimumnya ialah 45.000 pengungsi.

Walau kembali memotong kuota optimal, akan tetapi jumlahnya itu masih tetap tambah tinggi dibandikan jumlahnya pengungsi sebetulnya dalam setahun paling akhir yang sampai seputar 21.000 orang.

Jumlahnya itu ialah yang terendah semenjak Departemen Luar Negeri AS membangun program pengungsi pada 1980.

“Kebijakan pengungsi yang di kembangkan pemerintahan ini melayani kebutuhan nasional Amerika Serikat serta memperluas potensi kami untuk menolong mereka yang lebih memerlukan di semua seluruh dunia,” kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam pengakuannya, Senin (17/9/2018).

“Kita masih selalu jadi bangsa sangat dermawan dalam dunia,” imbuhnya.

Kuota penerimaan pengungsi yang baru itu bahkan juga tidak lebih dari seperempat yang diputuskan waktu waktu presiden Barack Obama pada tahun fiskal 2017 yang sampai 110.000 orang.

Penurunan tajam itu tunjukkan sisi dari aksi keras Presiden Donald Trump pada permasalahan imigrasi.

“Kami selalu menolong dunia yang sangat rawan sesaat tidak melupakan pekerjaan pertama kami yakni melayani rakyat Amerika,” kata Pompeo.

Pompeo menyampaikan tanggungan beberapa ratus ribu keinginan suaka, sejumlah besar dari beberapa orang Meksiko serta Amerika Tengah, sudah memberatkan birokrasi penilaian aplikasi.

Dia juga memberikan, pemerintah mesti lebih waspada tidak untuk melepaskan kekuatan ancaman kriminil serta teror.

Baca Juga : Merespons Mendag soal Gudang, Buwas Keluarkan Makian Khas Jawa

Menurut angka Departemen Luar Negeri sampai 14 September, AS cuma mengaku 20.825 pengungsi, kurang dari 1/2 kuota tahun ini.

Dari jumlahnya itu sekitar 9.566 orang datang dari Afrika, 3.418 dari Asia Timur, 3.706 dari Timur Tengah serta Asia Selatan, dan 3.279 dari Eropa.