Upaya Pemerintah Dinilai Efektif Menutup Aksi Spekulan Harga Pangan

Upaya Pemerintah Dinilai Efektif Menutup Aksi Spekulan Harga Pangan

JAKARTA,  Komitmen dan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dalam menekan ruang gerak spekulan harga pangan dinilai mulai memberikan dampak positif.

Sejumlah harga komoditas pokok yang biasanya melonjak akibat kenaikan permintaan menjelang Lebaran, pada tahun ini dapat dijaga relatif stabil. Ditambah dengan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) pangan yang dibentuk oleh pemerintah bersama aparat penegak hukum.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imaduddin Abdullah menjelaskan, penentu harga bahan pokok diliat dari dua faktor, yakni supply dan demand.

“Biasanya menjelang puasa dan Lebaran, demand pasti naik. Bukan karena ingin mengkonsumsi makanan lebih banyak ketika Lebaran, tetapi karena pandangan masyarakat bahwa harga bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran itu naik, jadi ekspektasinya naik, sehingga orang cenderung untuk beli, untuk mengamankan,” ujar Imaduddin melalui keterangan resmi, Kamis (15/6/2017).

Baca Juga : Perbandingan Harga Wuling Pesaing Toyota Avanza & Calya

Kemudian, jika dilihat dari supply-nya, terdapat dua faktor penentu. Pertama dilihat dari kondisi barang komoditas tersebut masuk masa panen sehingga harusnya supply-nya meningkat.

“Kedua, walaupun sudah meningkat tapi ada penimbunan. Yang kedua inilah yang menimbulkan masalah harga bergejolak,” jelasnya.

Selain itu, masalah rantai distribusi yang panjang juga mempengaruhi supply sehingga akan mempengaruhi harga juga. Jadi memang tugas pemerintah untuk memastikan pasokan barang bangan tersedia dengan baik.

Namun, menurut Imaduddin, pemerintah berhasil menekan mafia pangan dengan menjaga pasokan bahan pokok, melakukan pengawasan, dan menegakkan hukum dengan baik.

“Ketika supply terus ditingkatkan, penimbun ini tidak punya ‘senjata’ lagi. ‘Senjata’ tersebut hanya akan efektif kalau bahan kebutuhan pokok langka, tapi kalau di pasar barang tetap tersedia maka otomatis akan tumpul senjata itu,” tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya terus mengingatkan pemerintah bahwa dengan harga yang cenderung turun Lebaran tahun ini, bukan berarti mafia pangan atau para spekulan sudah tidak ada lagi. “Pasti ada saja yang ingin meraup untung sebesar-besarnya dengan segala cara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ekonom senior Aviliani menjelaskan, kebijakan kerja sama pemerintah pusat khususnya Kemendag dengan pemerintah daerah dalam hal menjaga stabilitas harga pangan dinilai baik.

“Kebijakan itu patut mendapat dukungan karena memang pemerintah daerahlah yang lebih mengetahui keadaan supply demand-nya daerah mereka masing-masing,” ujar Aviliani.

Support by : kompas.com