Warga Antusias Melintas Jalan Tol Darurat Pemalang-Batang

Warga Antusias Melintas Jalan Tol Darurat Pemalang-Batang

SEMARANG, Jalan Tol Pemalang-Batang akan digunakan secara fungsional pada mudik Lebaran tahun ini.

Jalan sepanjang 39,2 kilometer itu juga sudah tersambung seluruhnya, meski hanya beton tipis setebal 10 centimeter.

Jalan tol ini tidak dipungut biaya dalam operasionalnya. Namun pemudik yang melewati jalur ini harus hati-hati karena jalan tidak rata, serta badan kanan-kiri masih tanah.

Pantauan KompasProperti pada Rabu (14/6/2017) lalu, jalan tol ini masih digunakan warga untuk lalu lalang tiap hari.

Warga, terutama pengendara roda dua memanfaatkan jalur ini untuk jalur alternatif. Ketika sore hari, jalan tol itu juga dipenuhi warga setempat yang melihat proses pembangunan.

Sebagian warga juga asyik berswafoto di lokasi ini. Belum ada penutupan jalur tol yang semestinya digunakan untuk kendaraan roda empat ini.

Baca Juga : Upaya Pemerintah Dinilai Efektif Menutup Aksi Spekulan Harga Pangan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meninjau ruas itu bahkan tidak mempermasalahkan banyaknya warga yang menggunakan jalur tol itu.

“Tidak apa-apa. Nanti pas hari H pasti ditutup, gak dibolehin. Saat ini gak apa-apa, buat rekreasi saja,” kata pria 48 tahun ini.

Perwakilan PT Waskita Karya (persero) Tbk yang ada di lokasi mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Nantinya kepolisian yang melarang warga setempat menggunakan jalan tol fungsional, karena akan digunakan untuk jalur pemudik.

“Nanti ada petugas kepolisian yang melarang, kami sudah koordinasi,” katanya.

Secara umum berdasarkan hasil pantauan, jalan tol ini dilengkapi dengan dua exit toll, yaitu Exit Beji di STA 335+300 dan Exit Bojong di STA 354+870.

Pemudik yang keluar Exit Beji membutuhkan 3,8 kilometer lagi untuk dapat sampai di Jalur Pantura. Jalan akses keluar lewat Jalan Petarukan.

Sementara untuk Exit Bojong, pemudik perlu 10 kilometer lagi untuk bisa sampai ke Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Jalan keluar nantinya tersambung dengan jalan milik provinsi, yaitu di Jalan Raya Bojong. Jalan tol yang digunakan secara darurat itu juga dilengkapi dua rest area sementara, yaitu di Rest Area Kelang Depok di STA 344+500 dan Rest Area Candi Areng di STA 366+375.

Rest area juga sedang dikebut pekerjaannya. Rest area Kelang Depok menyediakan fasilitas 15 MCK, parkir mobil kapasitas 150, tempat ibadah, outlet makanan dan minuman, pengisian BBM, kesehatan hingga posko keamanan.

Sementara rest area Candi Areng lebih banyak menampung pemudik. Rest area itu menampung 30 MCK, dan 200 parkir mobil. Kelengkapan rest area sama dengan fasilitas sebelumnya.

Support by : kompas.com